Survei Penggemar: Penolakan Terhadap VAR di Liga Premier
Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pendukung Sepak Bola di semua 20 klub Premier League menunjukkan adanya penolakan luas terhadap VAR setelah musim yang penuh kontroversi, termasuk dua keputusan penting yang merugikan Leeds United. Sebanyak hampir 8.000 penggemar memberikan respons.
Pernyataan Liga Premier
Pihak Premier League menyatakan bahwa VAR menghasilkan keputusan yang lebih tepat, dengan menyebutkan sekitar 100 keputusan yang dibalik setiap musim. Mereka juga menambahkan, berdasarkan penelitian, banyak penggemar yang setuju untuk mempertahankan VAR dengan perbaikan dalam penggunaannya, serta akan terus berkomunikasi dengan pemangku kepentingan.
Insiden Kontroversial
Dalam pertandingan kandang melawan Sunderland yang berakhir 0-1, insiden terjadi ketika Luke O’Nien menjabat leher Pascal Struijk sebelum menariknya ke bawah. Wasit Stuart Attwell tidak menghentikan permainan dan VAR pun tidak merekomendasikan tinjauan di lapangan. Namun, panel Key Match Incidents (KMI) kemudian memberikan suara bulat bahwa kegagalan VAR untuk merekomendasikan tinjauan adalah sebuah kesalahan.
Respon Penggemar
Lebih dari 75 persen responden mendukung penghapusan VAR, sementara 90 persen merasa VAR tidak meningkatkan pengalaman menonton di stadion, dan 94 persen mengatakan menonton di televisi tidak lebih menyenangkan. Selain itu, 91 persen merasakan bahwa teknologi ini justru mengurangi kegembiraan saat merayakan gol.
Pelanggaran yang Dipertanyakan
Minggu lalu, panel KMI juga memutuskan bahwa Gabriel Gudmundsson seharusnya tidak diusir saat pertandingan imbang 0-0 melawan Crystal Palace. Kartu kuning keduanya akibat pelanggaran ringan terhadap Ismaili Sarr dianggap sebagai pelanggaran yang ceroboh, bukan yang jelas berbahaya. VAR tidak bisa campur tangan dalam kartu kuning kedua, meskipun pembicaraan tengah berlangsung untuk memperluas ruang lingkup teknologi ini.
Dampak Bagi Tim dan Kompetisi
Penolakan penggemar terhadap VAR menunjukkan kebutuhan untuk evaluasi yang mendalam mengenai teknologi ini, terutama menjelang musim berikutnya. Kesalahan keputusan yang beruntun dapat mempengaruhi performa tim dan pengalaman para penggemar, yang sangat berpengaruh pada integritas kompetisi di kancah Liga Premier.
(PL/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment