Iraq Hadapi Bolivia untuk Kesempatan Kembali ke Piala Dunia Setelah 40 Tahun
MONTERREY, Meksiko — Pelatih timnas Irak, Graham Arnold, terjebak di Fujairah, Pantai Timur Uni Emirat Arab, akibat perang di Timur Tengah. Dia meragukan apakah timnya bisa berkompetisi untuk satu peluang terakhir menuju Piala Dunia 2026.
Setelah perjalanan panjang dan berliku menuju Meksiko, Arnold dan tim Irak kini bersiap untuk mengambil bagian dalam final playoff antar benua melawan Bolivia, yang akan berlangsung di Monterrey, Meksiko, pada Selasa malam WIB.
Kondisi Sulit di Tengah Perang
Arnold menyatakan, “Sangat sulit berada dalam situasi terjebak. Saya lebih memilih untuk tidak membicarakannya, saya mencoba mengalihkan perhatian pemain dari semua yang terjadi di Timur Tengah. Namun, para pemain tahu apa yang harus dilakukan dan terlihat sangat santai serta siap untuk bertanding.”
Arnold dan istrinya berada di hotel di Fujairah saat serangan roket Iran berlangsung. Ia berhasil pindah ke Dubai, tetapi tidak bisa bergabung dengan tim selama beberapa hari. Pemain Irak juga terhambat karena penutupan ruang udara negara mereka, sehingga tidak bisa menggunakan penerbangan komersial untuk keluar.
“Saya tiba dari Eropa langsung ke Monterrey, tetapi untuk pemain yang bermain di liga lokal Irak, perjalanan mereka lebih panjang. Namun, kami punya banyak waktu untuk memulihkan diri,” kata Merchas Doski, bek kiri Viktoria Plzen yang bermain di Liga Pertama Republik Ceko. “Kami sepenuhnya siap.”
Masalah Visa yang Teratasi
Tim juga menghadapi masalah visa, karena Irak tidak memiliki kedutaan di Meksiko. Pemain mengalami kesulitan dalam mendapatkan visa yang diperlukan. Namun, masalah ini teratasi setelah Kementerian Luar Negeri Meksiko memfasilitasi pengeluaran visa di kedutaan kawasan lainnya.
Setelah perjalanannya selama 25 jam, tim akhirnya tiba di Monterrey pada 21 Maret, setelah mengatasi berbagai pembatasan perjalanan dan singgah di Portugal. Arnold menyatakan, “Ini adalah 20 hari yang sangat sulit bagi kami, tetapi merasa terhormat dan bangga berada di sini. Saya dulu tinggal di Australia dan tahu betul bahwa lolos ke Piala Dunia dapat mengubah sebuah bangsa.”
Persiapan Menuju Pertandingan
Sejak tiba di Meksiko, tim telah memiliki banyak waktu untuk beradaptasi dengan iklim dan berlatih tanpa kendala. Mereka juga sempat berinteraksi dengan anak-anak dari sekolah setempat yang mengunjungi mereka selama sesi latihan.
Aimar Sher, pemain yang membela Sarpsborg 08 di Norwegia, mengatakan, “Dukungan dari para penggemar Meksiko luar biasa. Sangat menyenangkan melihat mereka menyemangati kami. Kami sudah membahas bahwa dukungan mereka sangat berarti bagi kami, dan kami sangat bahagia punya mereka di sisi kami.”
Jadwal Pertandingan
Untuk memenuhi impian lolos ke Piala Dunia yang kedua, sepak bola Irak harus mengalahkan Bolivia, yang sebelumnya mengalahkan Suriname 2-1 di semifinal playoff antar benua. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Maret 2026, pukul 09.00 WIB, dan dapat disaksikan secara langsung di RCTI.
Pernyataan Pelatih
Arnold menekankan, “Ini adalah kehormatan besar bisa membawa Irak ke tahap playoff setelah 40 tahun, dan tinggal satu pertandingan lagi. Saya yakin malam ini akan sangat spesial bagi Irak.”
Dari sejarah yang terukir, perjalanan sepak bola Irak ke Piala Dunia dinanti-nanti oleh banyak penggemar dan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di negara tersebut.
(WC/GN)
sumber : www.newsday.com
Leave a comment