Jaden Ivey Tanggapi Pemecatan dari Chicago Bulls dengan Video Panjang
Jaden Ivey, guard NBA berusia 24 tahun, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan panjang selama 34 menit terkait pemecatannya dari Chicago Bulls akibat komentar yang dianggap anti-LGBTQ+.
Pemecatan dan Tanggapan Ivey
Ivey, yang sedang dalam masa pemulihan akibat cedera lutut, merekam dirinya sendiri saat masuk ke pesawat setelah Bulls menilai perilakunya sebagai “detrimental to the team.” Dalam video tersebut, Ivey mempertanyakan bagaimana ia bisa dianggap merugikan tim padahal tidak berkontribusi karena sedang menjalani rehabilitasi.
“Mereka bilang perilakuku merugikan tim, tetapi aku tidak berada di sana. Aku tidak bersama tim karena aku sedang dalam proses pemulihan,” ungkap Ivey dalam video yang diunggah ke Instagram.
Kritik terhadap NBA dan Pemain Lain
Dalam video tersebut, Ivey juga menyampaikan bahwa ia merasa akan sulit mendapatkan kontrak baru di liga, mengatakan, “Mereka akan membatalkan aku. Tuhan itu setia.” Ia tak segan mengkritik bintang Golden State Warriors, Stephen Curry, dengan menyatakan bahwa prestasi-prestasi Curry tidak akan bermakna di Hari Penghakiman.
Persepsi Ivey terhadap Agama dan Kehidupan Pribadi
Ivey mengungkapkan bahwa sebelum mengenal Tuhan, hidupnya penuh dengan masalah seperti kecanduan alkohol dan pornografi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan akan memberinya kesempatan untuk bermain lagi di masa depan.
Video ini ditutup dengan permintaan dari kru pesawat agar Ivey menyimpan ponselnya, namun ia tetap berbicara tentang tokoh Alkitab, Paulus, yang memiliki perjalanan hidup yang bertransformasi.
Kritik terhadap Komunitas LGBTQ+
Sebelum video tersebut, Ivey juga melakukan siaran langsung di mana ia mengkritisi NBA karena mendukung komunitas LGBTQ+. Ia menyatakan, “Dunia bisa mengumumkan LGBTQ, tetapi itu semua adalah ketidakbenaran.” Komentar ini berujung pada pemecatannya dari tim.
Dampak Pemecatan terhadap Karier Ivey
Ketika Bulls memutuskan untuk melepaskan Ivey, keputusan ini dipandang sebagai langkah untuk menjaga etika dan profesionalisme dalam tim. Pelatih Bulls, Billy Donovan, menjelaskan pentingnya mematuhi standar organisasi dalam berperilaku.
Ivey, yang merupakan pilihan kelima dalam NBA Draft 2022, sebelumnya mengalami masalah dengan cedera lutut dan mengaku sedang berjuang melawan depresi serta kecanduan. Ia juga mengkritik agama Katolik melalui media sosial.
Sejak debutnya di liga, Ivey telah mengumpulkan pendapatan senilai $32 juta. Namun, masa depannya di NBA kini diwarnai ketidakpastian setelah pemecatan ini.
Dengan peristiwa terbaru ini, Ivey menghadapi tantangan besar dalam upayanya untuk melanjutkan karier di NBA, di tengah ketidakpastian mengenai kontrak dan reputasinya di liga.
(BA/GN)
sumber : www.dailymail.co.uk
Leave a comment