Thiago Pitarch: Bintang Muda Real Madrid Musim Ini
Thiago Pitarch mulai mencuri perhatian sebagai salah satu talenta muda yang bersinar bagi Real Madrid. Pemain berusia 18 tahun ini menunjukkan potensi besar dalam beberapa pertandingan terakhir, dianggap sebagai bintang masa depan klub.
Setelah kepergian pemain kunci seperti Toni Kroos dan Luka Modric dalam dua musim terakhir, Madrid merasa kekurangan sosok yang dapat membawa keseimbangan di lini tengah. Meskipun klub masih mencari tambahan pemain, kehadiran Pitarch dalam beberapa laga terakhir sudah memberikan dampak positif.
Salah satu sosok penting dalam pengembangan Pitarch di La Fabrica, akademi Madrid, adalah Álvaro Arbeloa. Arbeloa, yang sebelumnya melatih tim bawah 19 tahun, kini menjabat sebagai pelatih kepala tim senior. Ia menunjukkan kepercayaan yang besar pada Pitarch bersama pemain-pemain akademi lainnya seperti Manuel Angel, Cesar Palacios, dan Jorge Cestero.
Di luar lapangan, Pitarch tergolong biasa untuk anak seusianya. Ia belum berencana untuk mendapatkan SIM, dan sang ayah, Javier, masih menjemputnya setelah pertandingan di luar Stadion Bernabeu.
Ayah Thiago Pitarch menjemputnya setelah pertandingan melawan Manchester City
— Real Madrid Info ³⁶ (@RMadridInfo) 12 Maret 2026
Kemunculannya yang mengesankan telah memicu diskusi di Spanyol mengenai “Quinta de Pitarch”, mengacu pada kelompok pemain akademi terkenal, “Quinta del Buitre,” yang dipimpin Emilio Butragueno di tahun 1980-an.
Apa yang Perlu Diketahui Tentang Pitarch?
Pitarch meniti karier di beberapa akademi di Madrid, seperti Getafe, Atletico Madrid, dan Leganes, sebelum akhirnya bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2023.
Seorang pemandu bakat bernama Curro yang pertama kali mengamati bakatnya, dengan dukungan tambahan dari koordinator regional Pepe Gil dan kepala pemandu bakat, Andres Pardo. Leganes dikenal memiliki akademi yang produktif, yang juga memasok bakat untuk Madrid dalam beberapa tahun terakhir.
Pitarch menunjukkan kualitas yang luar biasa dalam pertandingan Liga Champions melawan Manchester City di babak 16 besar, di mana ia tampil sebagai starter di kedua leg. Kemampuan teknik dan kemampuannya dalam menutup ruang di lapangan sangat terlihat.
Menentukan posisi terbaiknya sempat menjadi tantangan. Puluhan pelatih muda yang berpengalaman menyaksikan jika ia berlari terlalu banyak, namun mereka memutuskan untuk tidak membatasi kebebasan geraknya, menganggap itu bisa menjadi keuntungan di level elit.
Mengapa Dia Dihargai Tinggi di Real Madrid?
Pitarch telah tampil dalam delapan pertandingan, di mana enam di antaranya ia jalani sebagai starter sejak Arbeloa menggantikan Xabi Alonso sebagai pelatih. Arbeloa berperan besar dalam menemukan posisi idealnya saat memimpin tim U-19.
Setelah cedera yang dialami Jude Bellingham dan Dani Ceballos, tim kesulitan tanpa bola, sehingga Pitarch dipilih. “Dia tidak pernah berhenti — ia memberi banyak dan meneruskan semangat kepada rekan-rekannya,” ungkap salah satu sumber tim utama.
Respons Penggemar Terhadap Kemunculannya
Awal masa jabatan Arbeloa di tim utama tidak berjalan mulus, dengan kekalahan di Copa del Rey dan La Liga. Namun, saat Arbeloa mengganti Pitarch pada menit ke-55 dalam laga melawan Getafe, komentator dan penggemar menunjukkan ketidakpuasan mereka.
Reaksi penggemar mulai positif ketika melihat performa menjanjikan dari Pitarch dan kawan-kawan, terutama setelah kemenangan melawan Manchester City dan Atletico Madrid.
Apa yang Diprediksi Untuk Masa Depan Pitarch?
Pitarch baru-baru ini mengganti agensi perwakilannya menjadi You First, menunjukkan langkah strategis dalam karirnya. Ia menyatakan keinginannya untuk bermain untuk tim nasional Spanyol dan tidak untuk Maroko, meski federasi Maroko terus berusaha mendekatinya.
Dari sisi klub, masa depannya di Real Madrid tampak aman setelah pembaruan kontrak yang berjalan hingga tahun 2030 dengan klausul pelepasan senilai €150 juta. Meskipun gajinya saat ini terbilang sederhana, optimismenya akan terus berkembang dalam waktu dekat.
Ingati nama ini: Thiago Pitarch. Ia berpotensi menjadi bintang terang di masa depan Real Madrid.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment