Gabriele Gravina Mundur Dari Jabatan Presiden FIGC
Gabriele Gravina, Presiden FIGC, mengundurkan diri setelah tim gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Foto: ALBERTO PIZZOLI
Gabriele Gravina mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) setelah tim nasional tidak berhasil lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Gravina, yang menjabat sejak 2018, diharapkan mundur oleh pemerintah setelah Italia kalah dalam adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di babak playoff.
Pemilihan Pengganti
Federasi akan mengadakan rapat luar biasa pada 22 Juni untuk memilih pemimpin baru. Gravina menawarkan diri untuk hadir di depan komite parlemen pada 8 April “untuk melaporkan keadaan sepakbola Italia”, seperti yang dinyatakan dalam pernyataannya.
Tim nasional Italia terakhir kali lolos ke Piala Dunia pada tahun 2014 dan hanya memenangkan satu pertandingan di final sejak meraih gelar keempat pada tahun 2006.
Gianluigi Buffon
Foto: PHOTOSPORT
Mantan kiper, Gianluigi Buffon, yang juga menjabat sebagai kepala delegasi tim nasional, mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial.
Gravina terpilih tanpa lawan pada Oktober 2018 dan menggantikan Carlo Tavecchio, yang mundur setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Meskipun masa kepemimpinannya termasuk kemenangan di Euro 2020, ia juga menghadapi dua kegagalan dalam kualifikasi Piala Dunia yang membuat posisinya semakin terancam akibat kritik tajam dari media dan tokoh politik.
Kritik dan Tanggapan
Andrea Abodi, Menteri Olahraga Italia, menyebut kegagalan terbaru ini sebagai “kekalahan definitif” dan mengusulkan agar sepakbola Italia perlu “diperbaiki dari dasar”.
Setelah kekalahan dari Bosnia, Gravina menanggapi bahwa ia memahami permintaan pengunduran diri, namun menyatakan ada waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi.
Pada pertemuan di markas FIGC di Roma, Gravina bertemu dengan perwakilan dari enam komponen federasi — Serie A, B, C, Liga Amatir Nasional, Asosiasi Pemain, dan Asosiasi Pelatih — dan menginformasikan keputusan ini di awal pertemuan.
Setelah terpilih kembali pada Februari 2021, dan kemudian pada Februari 2025, Jabatannya seharusnya berakhir pada 2028, namun pencarian penggantinya kini dimulai. Nama-nama yang sudah muncul antara lain Giovanni Malago, mantan kepala Komite Olimpiade Italia (CONI) yang berusia 67 tahun, dan Giancarlo Abete, presiden FIGC sebelumnya yang berusia 75 tahun, dan menjabat dari 2007 hingga 2014.
-Reuters
(WC/GN)
sumber : www.rnz.co.nz
Leave a comment