Gennaro Gattuso Siap Tinggalkan Jabatan Pelatih Timnas Italia
Gennaro Gattuso diperkirakan akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih timnas Italia, setelah dua tokoh penting dalam federasi sepak bola mereka mengundurkan diri akibat gagal lolos ke Piala Dunia untuk yang ketiga kalinya berturut-turut.
Kekalahan Pada Play-off
Di pertandingan play-off yang berlangsung pada malam Selasa, Italia kalah 4-1 dalam adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina. Kekalahan ini membuat Italia, yang merupakan juara empat kali Piala Dunia, menjadi negara pertama yang pernah meraih trofi, tetapi gagal lolos dalam tiga edisi turnamen berturut-turut, setelah sebelumnya absen di Piala Dunia Rusia 2018 dan Qatar 2022.
Reaksi Pengunduran Diri Petinggi FIGC
Keputusan ini sudah memicu pengunduran diri kepala federasi sepak bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, dan kiper legendaris Gianluigi Buffon, yang menjabat sebagai kepala delegasi. Gravina sebelumnya meminta Gattuso untuk tetap bertahan sebagai manajer, hanya beberapa jam sebelum mengumumkan pengunduran dirinya dalam pertemuan darurat di markas FIGC di Roma.
Keputusan Gattuso Menunggu Waktu
Berita di Italia menyebutkan bahwa Gattuso akan mengambil beberapa hari untuk mempertimbangkan masa depannya, namun besar kemungkinan ia akan mengikuti jejak Gravina dan Buffon untuk meninggalkan posisinya.
Calon Pengganti
Di tengah ketidakpastian ini, telah muncul dua nama kandidat favorit pengganti Gattuso, yaitu Roberto Mancini dan Antonio Conte. Mancini pernah memimpin Italia setelah mereka gagal mencapai Piala Dunia 2018 dan berhasil membawa Italia meraih gelar Euro 2020. Meski demikian, ia juga terlibat dalam kegagalan Italia untuk mencapai Piala Dunia 2022 setelah kalah dari Makedonia Utara.
Sementara Conte pernah menjadi pelatih Italia antara 2014 hingga 2016 sebelum beralih ke Chelsea. Saat ini, ia terikat kontrak dengan Napoli yang merupakan juara Serie A saat ini.
Dampak dan Tanggapan
Pernyataan resmi dari FIGC menyebutkan bahwa pemilihan presiden baru akan dilakukan pada 22 Juni setelah pengunduran diri Gravina. Buffon segera mengonfirmasi pengunduran dirinya, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindakan yang bertanggung jawab.
“Pengunduran diri saya setelah pertandingan melawan Bosnia adalah langkah yang mendesak dan muncul dari dalam diri saya,” tulis Buffon di Instagram. “Meskipun saya percaya bahwa saya telah membangun semangat tim yang baik, namun tujuan utama kami adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia, dan kami tidak berhasil.”
Sementara itu, Alessandro Bastoni juga menjadi sorotan atas kritik yang diterimanya setelah kartu merah yang didapatnya berkontribusi pada kegagalan tim. Beppe Bergomi, mantan pemain timnas, memperingatkan bahwa Bastoni mungkin perlu mencari klub di luar Italia demi keselamatannya.
Di tengah krisis ini, Italia juga mendapatkan peringatan dari Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, bahwa mereka bisa kehilangan hak sebagai tuan rumah Euro 2032 jika infrastruktur stadion tidak memadai.
Dengan perubahan besar yang terjadi di tubuh timnas Italia, masa depan sepak bola Italia akan sangat bergantung pada keputusan yang diambil dalam waktu dekat, baik terkait pelatih maupun infrastruktur yang ada.
(PL/GN)
sumber : www.dailymail.co.uk
Leave a comment