Kristaps Porziņģis: Kesehatan dan Masa Depan Bersama Warriors
SAN FRANCISCO — Kristaps Porziņģis tengah menikmati masa singkatnya bersama Golden State Warriors. Pemain berusia 30 tahun ini didapatkan dari Atlanta Hawks menjelang batas waktu perdagangan bulan Februari. Kini, ia tampil baik dan yang terpenting, terlihat lebih sehat.
Beradaptasi dengan Tim
Porziņģis menunjukkan kemajuan positif dan semakin menemukan ritmenya, serta beradaptasi dalam lingkungan tim. Ia menantikan untuk bermain bersama bintang guard Stephen Curry, mungkin secepatnya pada hari Minggu melawan Houston Rockets.
Setelah dua musim terakhir dilanda cedera, Porziņģis kembali bermain tanpa khawatir. Warriors memberinya kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, meskipun beberapa pihak mempertanyakan ketahanannya.
Kondisi Kontrak dan Masa Depannya
Karier Porziņģis telah memberikannya lebih dari $200 juta, dan saat ini ia berada di tahun terakhir dari kontrak dua tahun senilai $60 juta yang ditandatangani dengan Boston Celtics. Ia terbuka untuk tetap bersama Warriors setelah musim ini, namun sebagai pemain yang mungkin memasuki dua minggu terakhirnya di tim, ia tetap berpikiran terbuka mengenai masa depannya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan bertahan di Golden State, Porziņģis tidak memberikan jawaban pasti. “Sulit untuk mengatakan,” ujarnya. “Tentu saja, akan menyenangkan untuk mengatakan, ‘Ya, saya ingin tetap di sini,’ tetapi kenyataannya, saya tidak memiliki tahun yang baik. Saya hampir tidak menunjukkan apa yang saya mampu. Dan jadi, saya perlu melihat apa yang ada di luar sana.”
Statistik Performa
Di 12 pertandingan bersama Warriors (36-41), Porziņģis mencatatkan rata-rata 17.5 poin, 4.8 rebound, dan 2.4 assist. Ia sempat mengalami beberapa masalah kesehatan, termasuk harus absen selama dua minggu akibat sakit setelah debut pada 19 Februari. Ia mengakui bahwa sakit tersebut berhubungan dengan sindrom takikardia postural ortostatik (POTS) yang dideritanya, meskipun tidak ingin memperinci lebih lanjut.
Sejak kembali bermain pada 7 Maret, Porziņģis terus berpartisipasi dalam pertandingan, meski belum bermain di kedua sisi back-to-back. Ia merasa masih bisa tampil lebih baik dari yang ditunjukkannya sejauh ini.
Keterhubungan dengan Tim dan Stephen Curry
“Untuk saya, yang terpenting adalah mendapatkan kondisi fisik yang baik terlebih dahulu,” terang Porziņģis. “Saya sedang berusaha menuju ke sana. Lalu, melihat keseluruhan gambaran dan tidak memberi tekanan berlebihan pada diri sendiri. Ini sudah menjadi tahun seperti itu, dan kita lihat nanti.”
Pemain asal Latvia ini merasa nyaman dengan tim dan bersemangat untuk bermain bersama Curry. Salah satu alasan utama Curry kembali ke lapangan adalah membangun chemistry dengan Porziņģis.
Reaksi Tim dan Harapan ke Depan
Rekan setimnya juga berharap dapat melihat bagaimana mereka berkolaborasi. “Itu akan sangat menarik,” kata forward Warriors, Gui Santos. “Dengan Porziņģis yang mampu beraksi di dalam cat, dan Steph yang bisa berbuat banyak di seluruh lapangan, kombinasi pick-and-roll di antara mereka akan sulit dijaga.”
Porziņģis merasa tidak terkejut dengan bagaimana cepat ia bisa beradaptasi dengan tim. “Saya rasa ini memang tipe pemain yang saya. Saya bisa berfungsi dalam sistem mana pun,” ujarnya. Ia juga merasa ada potensi lebih yang dapat dicapainya dari segi performa.
Koneksi dengan Staf Medis
Salah satu yang memotivasi Porziņģis adalah hubungan baiknya dengan Rick Celebrini, Wakil Presiden Kesehatan dan Performa Pemain. Ia bahkan menyebut Celebrini sebagai yang terbaik di bidangnya. Porziņģis percaya koneksinya dengan staf medis akan memengaruhi keputusannya di masa depan.
Akhir Musim yang Menentukan
Selama lima pertandingan tersisa di musim reguler dan postseason, fokus Porziņģis lebih pada langkah berikutnya. Ia berharap bisa bermain dengan Curry, menjaga kebugaran, dan menentukan arah masa depannya, apakah di Golden State atau tempat lain.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment