Persiapan Leeds Hadapi West Ham di Perempat Final Piala FA
Leeds United akan bertandang ke West Ham untuk pertandingan perempat final Piala FA, sebuah laga yang mungkin kurang diinginkan oleh kedua tim. Namun, satu hal yang pasti: Daniel Farke, pelatih Leeds, memahami betul pentingnya aspek finansial dalam dunia sepak bola. Pemegang gelar master di bidang ekonomi ini menegaskan bahwa menghindari degradasi jauh lebih krusial dibandingkan meraih trofi Piala FA. Premier League adalah sumber utama kami. Itu prioritas kami,” ungkapnya.
Farke dan Kecintaannya pada Sastra
Di luar lapangan, Farke memiliki cara unik untuk melepas penat, yaitu menghabiskan waktu membaca di sofa, terhanyut dalam dunia fiksi sastra. Salah satu novel favoritnya adalah “Seratus Tahun Kesunyian” karya Gabriel García Márquez.
Dilema di Tengah Ambisi
Farke mengakui bahwa pelatih terbaik adalah, dalam konteks yang berbeda, juga pencerita yang ulung. Dia harus mempertimbangkan untuk mengejar ambisi meraih keberhasilan ganda: bertahan di Premier League sekaligus meraih kejayaan di Piala FA. Jika sukses, manajemen di Elland Road kemungkinan besar akan mempertimbangkan untuk memberikan kontrak baru kepada pelatih berusia 49 tahun ini.
Namun, Farke juga menunjukkan adanya kebimbangan. “Saya percaya pada kompetisi piala. Kami memiliki kesempatan untuk mencapai sesuatu yang istimewa dan unik. Kami akan menganggap serius pertandingan melawan West Ham ini,” tambahnya.
Strategi dan Risiko
Farke menegaskan pentingnya menjaga kebugaran pemain. Dia tidak ingin para pemain terlena, namun ingin menurunkan skuat terbaik. “Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Tetapi jika ada indikasi pemain mengalami masalah fisik, kami tidak akan mengambil risiko,” jelasnya.
Keputusan untuk mempertahankan pemain inti di laga melawan tim yang juga berjuang menghindari degradasi memang memiliki risiko tersendiri. Penggemar Wigan pada tahun 2013 mungkin ingat bagaimana mereka menang di Piala FA tetapi terdegradasi di liga beberapa hari kemudian.
Momentum Positif Kemenangan
Sebuah kemenangan dapat memberi kepercayaan diri penting bagi Leeds yang belum meraih kemenangan dalam enam laga terakhir di Premier League, meski empat di antaranya berakhir imbang. Ini bisa menjadi titik balik yang mereka butuhkan.
Leeds kini berada di posisi yang lebih baik dibandingkan West Ham di klasemen, dengan keunggulan empat poin dan tiga tempat, serta selisih gol yang signifikan. Kesempatan untuk bertahan di Premier League ada di tangan mereka, terutama dengan beberapa laga krusial ke depan.
Kabar Cedera Pemain
Farke juga menantikan hasil pemindaian cedera hamstring yang dialami Dominic Calvert-Lewin. “Dia merasakan sesuatu saat latihan kemarin. Kami akan memindai, dan berharap itu hanya masalah kecil,” ujarnya. Calvert-Lewin memang menjadi pemain penting, setelah kembali ke skuad Inggris dan memiliki peluang untuk tampil di Piala Dunia.
Situasi Kiper dan Keuangan Klub
Dalam hal penjaga gawang, setelah kehilangan tempatnya dari Karl Darlow, Lucas Perri hanya bermain di Piala FA tahun ini. Pertanyaan kini adalah apakah dia akan terus bermain atau Darlow yang akan diturunkan. Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh laporan keuangan klub, yang menunjukkan kerugian pra-pajak sebesar £49,2 juta untuk tahun yang berakhir Juni 2025.
Farke menyadari bahwa jika Leeds terdegradasi, klub yang saat ini tengah mengembangkan stadion akan mengalami masalah finansial besar. Kekalahan 1-0 di kandang dari Sunderland bulan lalu memberikan dampak psikologis yang berat bagi tim.
Peluang Menulis Sejarah
Farke berharap menjadi bagian dari perjalanan yang dapat menuliskan sejarah baru bagi klub. “Kami memiliki kelompok pemain yang spesial dan bersatu. Jika kami berhasil bertahan di Premier League dan melaju jauh di Piala FA, kami bisa menuliskan babak baru bagi klub ini,” tutupnya.
Dengan ambisi untuk mencapai semi-final Piala FA dan bertahan di Premier League, perjalanan Leeds United menjadi salah satu yang patut diperhatikan ke depannya.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment