Pertarungan Arsenal di Liga Champions Diuji di Lisbon
Usaha Arsenal untuk meraih quadruple terhenti dalam waktu seminggu setelah mereka menghadapi tantangan berat dari Sporting Lisbon di babak perempat final UEFA Champions League. Sporting, yang berhasil melaju setelah mengatasi defisit 3-0 dari leg pertama melawan Bodo/Glimt, menunjukkan performa yang solid meski saat ini tertinggal tujuh poin dari pimpinan klasemen Porto di Liga Portugal. Pertandingan di Lisbon pada hari Selasa itu hanya dipisahkan oleh gol telat Kai Havertz.
Jalannya Pertandingan
Kemenangan 1-0 ini memberikan keuntungan bagi Arsenal menjelang leg kedua di London minggu depan. Namun, performa mereka menimbulkan banyak pertanyaan, terutama setelah dua kekalahan berturut-turut menjelang pertandingan ini—di final Piala Liga melawan Manchester City dan di perempat final Piala FA melawan Southampton.
Arsenal, yang telah menyelesaikan musim di posisi ketiga di Premier League selama tiga tahun terakhir, kini memiliki peluang untuk menghapus label “nearly men” musim ini. Mereka memimpin sembilan poin di puncak klasemen Inggris, dengan tujuh pertandingan tersisa, meskipun Manchester City di posisi kedua memiliki satu pertandingan di tangan.
Sporting Lisbon mencatatkan 10 tembakan ke gawang dibandingkan tujuh dari Arsenal, dengan lima di antaranya tepat sasaran. Arteta menyatakan bahwa pertanyaan mengenai timnya wajar, meskipun mereka memimpin Premier League dan hanya mengalami satu kekalahan di Champions League musim ini.
“Ini selalu terjadi dalam sembilan bulan terakhir, dan ini tidak akan berubah ketika Anda bermain di level ini untuk klub ini,” ucap Arteta sebelum pertandingan di Estadio Jose Alvalade.
Tekanan Terhadap Arteta
Namun, tekanan tidak hanya pada tim, pengalaman Arteta dalam mengekspresikan emosinya, terutama ketika kalah, kini menjadi perhatian beberapa anggota manajemen Arsenal. Kekalahan berturut-turut ini memperburuk kondisi psikologis penggemar yang telah lama menantikan trofi, dengan terakhir kali mereka meraihnya di Piala FA 2020.
Arteta percaya bahwa timnya mampu menghadapi tekanan saat berjuang untuk memenangi Liga Champions untuk pertama kalinya, sekaligus berupaya mengangkat trofi Premier League setelah 22 tahun.
“Dalam satu musim, Anda selalu memiliki momen-momen tertentu, biasanya dua atau tiga. Ini adalah saat pertama yang kami hadapi dengan tingkat kesulitan,” ungkap Arteta.
Recovering from Defeat
Arsenal sebelumnya mengalahkan Sporting dengan skor 5-1 di fase grup Champions League, namun penampilan mereka di pertandingan kali ini jauh dari memuaskan. Gelandang Arsenal, Christian Norgaard, menekankan pentingnya sikap positif di tengah kesulitan, dengan membangun komunikasi antara rekan setim dan pelatih.
Arteta juga mendorong pemainnya untuk memanfaatkan pengalaman pahit dari dua kekalahan terakhir sebagai motivasi untuk bangkit. Ia menyebutkan bahwa momen sulit adalah bagian dari proses dan penting untuk belajar darinya.
Statistik Pertandingan
- Tembakan ke gawang: Arsenal 7, Sporting 10
- Tembakan tepat sasaran: Arsenal 4, Sporting 5
Pandangan Arteta
Walaupun kemenangan ini membawa angin segar bagi Arsenal, Arteta tetap tidak bisa mengabaikan area yang perlu perbaikan. “Saya sangat senang bisa menang di perempat final Champions League. Namun, saat di final third, kami perlu lebih tajam dan efisien,” ujarnya.
Akhirnya, apakah kegagalan di musim-musim sebelumnya akan memengaruhi jalan Arsenal ke trofi? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut, tetapi harapan akan kembalinya Arsenal ke jalur kemenangan tetap membara.
(LC/GN)
sumber : www.aljazeera.com
Leave a comment