Dampak Sosial Piala Dunia FIFA 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Turnamen ini diharapkan memberikan manfaat sosial atau non-finansial yang signifikan.
Hal ini tercantum dalam laporan yang diterbitkan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) berjudul FIFA World Cup 2026 Socioeconomic Impact Analysis.
Manfaat Sosial Piala Dunia 2026
FIFA dan WTO menilai manfaat sosial ini berdasarkan tiga sektor utama: pariwisata, olahraga, dan hiburan. Total manfaat sosial dari Piala Dunia 2026 diperkirakan mencapai USD 8,28 miliar.
Di antara ketiga sektor tersebut, sektor pariwisata menyumbang nilai terbesar dengan kontribusi sebesar 62% dari total, diikuti oleh olahraga sebesar 32% dan hiburan sekitar 6%.
Rincian Manfaat Sosial
Estimasi manfaat ini dilakukan berdasarkan surplus konsumen, menggunakan metode “rule of half”. Analisis ini juga mencakup manfaat yang muncul selama acara serta efek warisan di tahun-tahun berikutnya.
Nilai ini menjadi dasar untuk menghitung proksi dalam penghematan biaya kesehatan, pengurangan kriminalitas, dan peningkatan belanja terkait cedera (manfaat negatif).
Analisis dilakukan selama periode lima tahun, termasuk efek warisan dari acara tersebut, dengan penurunan manfaat secara linear dari waktu ke waktu.
- Hiburan: USD 517,22 juta
Estimasi tersebut diperoleh dari surplus konsumen, yang mencakup nilai waktu antara warga AS dan wisatawan. Keterlibatan di media sosial juga berperan penting, dihitung berdasarkan nilai per klik.
Piala Dunia FIFA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola terakbar, tetapi juga memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan sektor ekonomi yang terkait.
(WC/GN)
sumber : databoks.katadata.co.id
Leave a comment