Perbandingan Performa Lakers dan Nuggets di Tengah Masalah Cedera
Los Angeles Lakers sedang berjuang mencari solusi untuk keluar dari rentetan hasil buruk akibat cedera. Sementara itu, Denver Nuggets menunjukkan pentingnya strategi jangka panjang. Baik Denver maupun Los Angeles mengalami banyak masalah cedera selama musim 2025-26, termasuk kehilangan pemain bintang mereka dalam waktu yang cukup lama.
Nuggets Ambil Posisi yang Menguntungkan
Saat Nuggets berhasil melompati Lakers dalam klasemen dan merebut posisi ketiga di Wilayah Barat, satu fakta menonjol: Denver lebih maju dalam hal pembangunan tim.
Masalah Cedera di Tim Nuggets
Pemain bintang Nuggets, Nikola Jokic, telah melewatkan 16 pertandingan musim ini, termasuk satu bulan karena cedera lutut. Ini hanya menyinggung sedikit dari masalah cedera yang melanda rotasi Denver di musim ini.
Dengan dua pertandingan tersisa, Aaron Gordon telah melewatkan 44 pertandingan, Christian Braun absen 36 pertandingan, dan Cameron Johnson serta Peyton Watson masing-masing 26 pertandingan.
Meskipun demikian, Denver tetap mencatatkan rekor 52-28 dan menguasai posisi ketiga. Los Angeles, di sisi lain, berhasil mengatasi masalah cedera dan meraih 50-29 dalam 79 pertandingan, meskipun Luka Doncic telah absen dalam 15 pertandingan, Austin Reaves 28 pertandingan, dan LeBron James 22 pertandingan.
Kekurangan dalam Roster Lakers
Saat Lakers harus menghadapi hasil mengecewakan tanpa pemain bintang, kenyataan pahit terungkap: mereka telah membangun roster yang sangat tidak memadai.
Nuggets Dapat Bertahan Tanpa Bintang, Lakers Tidak
Meskipun Lakers baru bermain satu setengah musim dengan Doncic, perdagangan tengah musim pada tahun 2024-25 tidak benar-benar mengubah susunan pemain. Lakers kehilangan dua pemain dalam kesepakatan tersebut: Anthony Davis dan Max Christie.
Christie sejatinya bisa sangat membantu Lakers yang membutuhkan spesialis 3-and-D, namun pertanyaan muncul: mengapa hanya dia yang dikembangkan untuk peran ini?
Pentingnya Pemain Muda di Nuggets
Nuggets telah mengatasi masalah cedera dengan memberi kesempatan kepada pemain muda untuk memberikan kontribusi. Watson, yang berusia 23 tahun, menunjukkan potensi bintang saat Braun cedera, dan Braun, 24 tahun, mulai menunjukkan kualitasnya sebagai pemain sayap yang bisa diandalkan setelah Watson mengalami cedera.
Selain itu, kehilangan pengaruh defensif Gordon dapat sedikit ditutup oleh kemunculan Spencer Jones, 24 tahun, yang telah menjadi kontributor penting dan menjadi starter dalam 37 pertandingan.
Pemilihan Bakal Pemain Muda di Nuggets
Ketiga pemain tersebut, serta Julian Strawther yang baru-baru ini menonjol, semuanya dikembangkan dalam organisasi Nuggets. Sementara itu, Lakers telah mengabaikan Draft NBA hingga saat ini, sehingga hampir semua pemain berusia 25 tahun ke bawah lebih sering tampil di G League ketimbang di NBA.
Lebih parah lagi, investasi veteran Los Angeles tidak memberikan dampak signifikan. Di sisi lain, pemain seperti Bruce Brown, Tim Hardaway Jr., dan Jonas Valanciunas tampil menonjol untuk Denver di momen krusial.
Menopang Beban Jokic dengan Dukungan Tim yang Kuat
Keberhasilan Nuggets bukan hanya dalam mengatasi cedera, tetapi juga tidak membebani Jokic. Dalam penampilan terakhirnya, Jokic mencatatkan 14 poin, 16 rebound, dan 10 assist. Meskipun triple-double tersebut mengesankan, ia hanya melepaskan delapan tembakan saat timnya meraih 136 poin.
Delapan pemain berbeda mencetak angka dua digit dalam pertandingan tersebut, dengan Gordon menambahkan enam poin dan enam assist. Dukungan offensif seperti ini adalah kemewahan bagi seorang superstar, namun menjadi tanggung jawab bagi sebuah organisasi untuk menyediakannya.
Lakers Perlu Mencari Bantuan yang Andal dan Pemain Muda yang Bisa Dikembangkan
Kenyataan pahit bagi Lakers adalah bahwa kekurangan mereka saat kehilangan bintang-bintang tidak bisa dihindari. Sulit untuk menang tanpa pemain kunci, dan kekalahan terbaru mereka adalah 123-87 melawan Oklahoma City Thunder, hanya satu pertandingan setelah kalah 134-128 dari Dallas Mavericks yang hanya memiliki 25 kemenangan.
Walau menang mungkin bukan target realistis saat banyak bintang terkena cedera, kekurangan dalam konsistensi bertahan, kualitas pemain muda yang bisa berkembang, dan kedalaman tim sangat terlihat.
Adou Thiero tampil baik saat melawan Oklahoma City, tetapi itu baru penampilan ke-22-nya di musim 2025-26. Sementara itu, Dalton Knecht bermain 19 menit dalam kembali ke rotasi, meskipun itu baru penampilan kesembilannya setelah periode di mana ia hanya rata-rata 5 menit per pertandingan.
Setelah bertahun-tahun mengorbankan pilihan draf putaran pertama dan lebih memprioritaskan kekuatan bintang tanpa menguatkan kedalaman tim, Lakers kini merasakan akibat dari ketidakaktifan mereka.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment