Wawancara Eksklusif Gianluca Nani, Direktur Olahraga Udinese
Gianluca Nani, direktur olahraga Udinese, berbicara kepada Flashscore mengenai pengalamannya saat bekerja dengan banyak ikon di Brescia, pengembangan bakat di klub saat ini, dan hal lainnya.
Menemukan Andrea Pirlo dan Tim Menarik di Brescia
Nani mengingat, “Di Brescia, kami memiliki Andrea Pirlo, Roberto Baggio, Pep Guardiola, Luca Toni, Igli Tare, dan Daniele Bonera, serta seorang pemuda berbakat dari Slovakia, Marek Hamsik. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa dan saya sangat menikmati saat-saat itu.”
Kedatangan Marek Hamsik
Dia menjelaskan, “Kami melihat Hamsik saat turnamen untuk anak muda, dia bermain untuk tim kedua klubnya. Menemukan pemain hebat bukan hanya tentang melihat bakat, tapi lebih kepada tiba lebih dulu sebelum orang lain. Itulah kunci dari sistem scouting di Udinese dan Watford, mengorganisir perjalanan kami untuk tiba lebih awal.”
Menemukan Baggio dan Guardiola
Nani mengungkapkan, “Dengan Baggio, kami beruntung. Dia ingin menyelesaikan karier dekat rumahnya di Vicenza, dan saat itu Brescia bermain di Serie A sementara Vicenza tidak. Setelah kami mengontrak Baggio, semua menjadi lebih mudah, termasuk untuk Guardiola.”
Persaingan dengan Klub Besar
Mengenai dewan pengembangan pemain, dia mengatakan, “Pekerjaan kami mulai setelah kami menandatangani kontrak pemain. Setiap detail harus diperhatikan, terutama ketika anggaran terbatas. Kami tidak bisa melakukan kesalahan. Udinese telah berada di Serie A selama 32 tahun berturut-turut, dan itu hanya bisa dicapai dengan menjaga setiap detail.”
Pentingnya Menonton Secara Langsung
Nani juga menekankan nilai observasi langsung: “Saat menonton langsung, kita bisa melihat kepribadian pemain. Kualitas bisa tampak di video, tetapi karakter dan mentalitas kadang lebih penting dari kemampuan teknis.”
Pemain Berkualitas dengan Karakter Kuat
Dia memberikan contoh Hamsik yang pada usia 15 tahun menunjukkan mentalitas seperti orang dewasa. Dia juga menyebutkan Mlacic, pemain muda yang baru ditandatangani, dengan kepribadian yang menonjol.
Sinergi antara Udinese dan Watford
Nani menjelaskan, “Kerja sama ini memberi keuntungan bagi kedua klub. Pemain seperti Keinan Davis yang mungkin kurang berhasil di Watford, di sini berhasil dengan baik. Begitu pula sebaliknya.” Ini menciptakan peluang terbaik bagi pemain untuk berkembang di lingkungan yang tepat.
Statistik dan Insting dalam Pemilihan Pemain
Tentang pemanfaatan statistik dalam scouting, Nani menjelaskan, “Kami menggunakan data untuk menciptakan profil fisik untuk setiap posisi. Namun, ada hal-hal yang tidak bisa diukur dengan statistik. Insting seorang scout pada akhirnya sangat berpengaruh.”
Kesimpulan
Pengalaman Nani selama 30 tahun di dunia sepak bola telah membentuk pendekatannya terhadap pemilihan dan pengembangan pemain. Keberhasilan Udinese dalam menjaga posisi di Serie A menjadi bukti pentingnya perhatian terhadap detail dan inovasi dalam scouting. Sinergi antara Udinese dan Watford berpotensi menjadi model sukses dalam pengembangan talenta di masa depan.
(SA/GN)
sumber : www.flashscore.co.za
Leave a comment