Mary Earps Dorong Perkembangan Sepakbola Putri Melalui Inisiatif KeepHers
Mary Earps, mantan penjaga gawang tim nasional Inggris, dikenal karena kepribadiannya yang santai dan penuh percaya diri. Dia baru-baru ini berbagi pengalamannya saat sedang berada di toko di Manchester, di mana banyak orang menceritakan pengalaman mereka terkait posisi kiper.
Kepedulian Terhadap Kiper Perempuan
Earps memiliki catatan perjalanan yang panjang sebelum menjadi bintang, mengingat waktu ketika posisi kiper tidak terlalu diminati. Dia menceritakan bagaimana saat itu, banyak anak yang terpilih menjadi kiper hanya karena keterlambatan atau sejauh mana kepala mereka mencapai tiang gawang. Ketika Earps berlatih di klub-klub seperti Bristol Academy, Reading, dan Manchester United, pelatih sering mengeluh dalam bisikan, “Ajaklah para gadis untuk mau jadi kiper akhir pekan ini.”
Total perubahan terjadi di dunia sepakbola, termasuk saat peluncuran “Mary Earps Pitch” di Calverton Miners Welfare FC, Nottingham, di mana ia melihat 33 pemain mengikuti sesi latihan kiper.
Inisiatif KeepHers
Tujuan utama Earps selama ini, selain karier bermain yang sukses, adalah untuk menjadikan posisi kiper perempuan lebih menarik. Ini terlihat dari klinik kiper hanya untuk perempuan di Reading dan akademi di PSG. Dia juga berjuang melawan perusahaan pakaian olahraga besar, Nike, terkait penjualan jersey kiper perempuan saat Piala Dunia 2023. Inisiatif terbarunya, KeepHers, bekerja sama dengan yayasan Foundation 92, bertujuan memberikan sesi latihan gratis bagi pemain sepakbola putri usia 6 hingga 18 tahun di Manchester.
Kekurangan Akses Pelatihan Khusus
“Ada statistik yang menyebutkan bahwa 80 persen perempuan di Inggris tidak mendapatkan akses latihan kiper yang spesifik hingga usia yang cukup lanjut,” kata Earps, mencerminkan pengalaman pribadinya saat baru mulai mendapatkan pelatihan teknis setelah usia 14 tahun dengan Leicester City.
Dia menegaskan bahwa meski tidak semua orang harus menjadi kiper, situasi ini sangat tidak menguntungkan. “Hal ini membuat jalur menuju posisi kiper semakin sulit,” tambahnya.
Refleksi dan Emosi
Earps dikenal karena semangatnya, dari pertarungan melawan Nike hingga reaksi emosional setelah menyelamatkan penalti dari Jennifer Hermoso dalam final Piala Dunia Wanita 2023. Namun, belakangan ini, ia merasakan beban menjadi sorotan publik yang mempertimbangkan makna dari perjalanan hidupnya dalam sepakbola.
Dia mengungkapkan, “Saya ingin meninggalkan permainan dalam keadaan lebih baik daripada saat saya menemukannya. Banyak orang sebelumnya telah berjuang untuk perubahan, dan saya berharap dapat memberikan pengaruh positif bagi generasi berikutnya.”
Kembali ke Wembley
Earps akan menghadiri pem tribute dari Asosiasi Sepakbola Inggris sebelum kualifikasi Piala Dunia melawan Spanyol di Wembley pada Selasa malam. Meskipun waktu antara pensiun dan tribute cukup lama, Earps merasa beragam emosi menyelimuti dirinya menjelang acara tersebut. Dia mengingat kembali saat terakhir kali berada di Wembley, ketika Inggris mengalahkan Spanyol dalam laga Liga Bangsa-Bangsa.
“Wembley adalah tempat yang berkesan, dan pertandingan melawan Spanyol seakan menutup lingkaran perjalanan saya,” ujarnya. Dia juga merasa khawatir mengenai bagaimana sambutan akan menyambutnya saat kembali ke arena yang pernah menjadi rumahnya.
“Saya sangat ingin melihat rekan-rekan tim, tetapi situasi menjadi rumit. Namun, saya berharap hari itu akan menjadi momen yang spesial,” tambah Earps.
Dampak dan Konteks
Keberanian dan dedikasi Mary Earps untuk memajukan sepakbola putri, khususnya dalam bidang pelatihan kiper, memberikan inspirasi baru bagi banyak pemain muda. Melalui inisiatif seperti KeepHers, diasah dengan pengalaman pahit manis selama kariernya, ia berupaya untuk menciptakan wadah yang lebih baik bagi generasi penerus di dunia sepakbola.
(SA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment