WhatsApp Group Chat Pembalap F1: Kombinasi Bisnis dan Humor
Pembalap asal Thailand-Inggris, Alexander Albon, memberikan wawasan mengenai isi percakapan di grup WhatsApp yang diikuti oleh 22 pembalap Formula 1. Dalam wawancaranya dengan Cosmopolitan, Albon menjelaskan, “Ada grup WhatsApp untuk pembalap F1.”
Albon menyebutkan bahwa diskusi dalam grup tersebut lebih berfokus pada urusan profesional, “Sekitar 90% bisnis, 10% meme. Kami sering berbicara tentang keselamatan dan berbagai masalah sehari-hari, seperti toilet yang buruk di sirkuit, yang mungkin tidak terlalu relevan.” Ia menambahkan sambil tersenyum, “Grup ini bisa dibilang sebagai forum keluhan global.”
Aktivitas Tinggi dalam Grup
Alexander Wurz, ketua GPDA dan mantan pembalap F1, mengungkapkan bahwa grup WhatsApp tersebut kini lebih aktif dari sebelumnya. Dalam podcast Lift and Roast, Wurz mengatakan, “Grup WhatsApp yang saya buat pada 2015 atau 2016 ini sangat ramai akhir-akhir ini. Saya belum pernah melihatnya seaktif ini, bahkan sebelum podcast berlangsung, grup ini sudah ramai.”
Wurz menambahkan, “Ada banyak emosi, solusi potensial, ide teknis, dan diskusi tentang bagaimana memastikan suara para pembalap didengar.”
Perhatian FIA terhadap Suara Pembalap
FIA berencana untuk melakukan konsultasi dengan para pembalap Formula 1 dalam waktu dekat mengenai kemungkinan penyesuaian regulasi teknis. Pertemuan tersebut diperkirakan akan dilaksanakan sebelum 20 April. Konsultasi ini bertujuan untuk mendiskusikan perubahan yang diusulkan bersama tim principal.
Namun, meskipun terdapat keprihatinan yang berkembang, tidak ada perubahan besar yang direncanakan dalam waktu dekat, dengan kemungkinan perubahan regulasi utama tidak akan terjadi sebelum musim 2027.
Dengan komunikasi yang aktif di antara pembalap, terlihat jelas bahwa mereka tengah bekerja sama untuk mengatasi isu-isu penting demi keselamatan dan pengembangan olahraga ini.
(SA/GN)
sumber : www.gpblog.com
Leave a comment