Home Sepakbola Spanyol LaLiga Masalah Terbesar Barcelona Terungkap Setelah Kegagalan di Liga Champions
LaLiga

Masalah Terbesar Barcelona Terungkap Setelah Kegagalan di Liga Champions

Share
Masalah Terbesar Barcelona Terungkap Setelah Kegagalan di Liga Champions
Share

Barcelona Terdepak dari Liga Champions Setelah Dihajar Atlético Madrid

Barcelona harus mengucapkan selamat tinggal kepada Liga Champions setelah tersingkir oleh Atlético Madrid di babak perempat final. Pasca-eliminasi ini, sistem pertahanan Hansi Flick yang semakin rapuh disorot sebagai biang keladi kegagalan tim.

Sistem Pertahanan yang Berisiko

Flick menerapkan garis pertahanan tinggi yang berani saat bergabung dengan Barcelona, di mana para pemain belakang diminta untuk berada dekat atau bahkan di dalam setengah lapangan lawan. Jika diterapkan dengan baik, sistem ini dapat membantu Barcelona menangkap lawan dalam posisi offside secara rutin dan beriringan dengan tekanan tinggi yang agresif, sehingga memungkinkan tim untuk merebut bola di area berbahaya.

Sisi negatifnya, jika sistem ini dapat dibaca oleh lawan, dan mereka mampu untuk tetap onside saat bola dimainkan melewati garis belakang, maka terdapat ruang yang cukup luas yang memisahkan penyerang lawan dengan peluang satu lawan satu melawan kiper.

Eksposur Sistem di Musim 2025–26

Sistem Flick berjalan baik selama sebagian besar musim debutnya di Catalunya, namun pada musim 2025–26, kelemahan tersebut terungkap secara mencolok. Barcelona terus menerus kebobolan gol yang serupa dalam setiap laga, hingga gol Ademola Lookman dari Atlético mengantarkan Barça pada tahun ke-11 tanpa gelar Eropa.

Masalah ini semakin diperparah oleh performa para defender Barcelona yang kurang mengesankan, suatu hal yang belum diatasi dengan baik selama era Flick.

Kebutuhan akan Defender Elit

Meskipun potensi 19 tahun Pau Cubarsí menjanjikan, dia masih terlalu muda untuk memimpin lini belakang yang dihuni Eric García, Ronald Araújo yang kurang percaya diri, dan Gerard Martín yang telah beralih dari bek sayap. Ketidakmampuan tim untuk menggantikan Iñigo Martínez menjadi masalah yang signifikan dan disorot oleh mantan bintang Barcelona, Thierry Henry, yang menekankan perlunya penguatan besar-besaran.

“Tim ini sangat membutuhkan defender kelas atas,” kata Henry di CBS Sports. “Kami bisa membahaswasit sepanjang malam, tetapi kami juga harus melakukan introspeksi. Jika tidak ada perubahan, dalam sepuluh tahun ke depan kita akan terus melihat hal yang sama dan itu sangat disayangkan,” ujarnya.

Henry menambahkan, “Bermain dengan garis pertahanan maju dalam pertandingan besar Eropa seperti ini sangatlah rumit. Saya sudah mengatakan ini selama dua tahun: Barça memberikan peluang kepada lawan bahkan saat mereka mendominasi permainan, sehingga sangat sulit untuk melaju ke babak knockout.”

Baca juga:  MU Dekati Bintang LaLiga €30 Juta, Gantikan Pemain Flop Januari!

“Barcelona tidak bisa berharap untuk tetap berada di level ini tanpa stabilitas kelas satu. Tim ini sangat membutuhkan bek tengah elit musim depan. Jika Anda tidak memiliki stamina atau kelincahan untuk menutupi ruang tersebut, Anda akan mengekspos diri pada masalah yang nyata,” lanjutnya.

Perlu Penyesuaian Sistem Pertahanan

Sistem defensif Flick telah menerima kritik tajam, terlebih lagi karena timnya kebobolan gol terbanyak di Liga Champions selama dua musim terakhir dan sering kali mengalami kartu merah akibat pelanggaran yang menghentikan peluang gol lawan.

Samuel Umtiti, mantan defender Barcelona, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya penyesuaian. “Saya kecewa dengan tim ini, terutama dengan cara kerja pertahanannya. Dalam dua pertandingan perempat final, mereka menerima dua kartu merah,” ungkapnya. “Kondisi ini terus berulang setiap kali lawan melakukan serangan. Di setiap aksi bertahan, mereka selalu terlambat dan berujung pada kartu merah. Ini tak bisa dibiarkan,” imbuhnya.

Araújo, García, dan Cubarsí masing-masing telah menerima dua kartu merah selama dua musim Liga Champions terakhir, dengan pasangan terakhir mendapatkan kartu merah keduanya dalam laga melawan Atlético. Tanda-tanda bahwa sistem defensif Barcelona yang rentan akan membawa mereka pada kegagalan sudah sangat jelas.

Kebutuhan untuk Reinforcing

Membawa masuk pemain bertahan kelas dunia dan mengadopsi pendekatan defensif yang lebih pragmatis, terutama dalam laga knockout, sangat diperlukan. Jika Barcelona tidak memperbaiki masalah besar ini, sejarah kemungkinan akan terulang pada musim 2026–27.

(SA/GN)
sumber : www.si.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Barcelona dan Man City berebut gelandang muda Palmeiras, La Liga tak mau kehilangan lagi!

Barcelona dan Man City tengah bersaing ketat untuk mendapatkan gelandang muda Palmeiras....

Neuer salip Messi, kini buru rekor legendaris!

Neuer salip Messi dalam perburuan rekor legendaris, menunjukkan ketangguhannya di lapangan. Siapa...

Fans Bayern Siap Tampilkan Choreografi Rahasia Lawan Real Madrid!

Fans Bayern Munich bersiap mengagumkan dengan choreografi rahasia yang akan ditampilkan saat...

Nominasi Manajer Bulan Ini dari La Liga Sudah Diumumkan!

Nominasi Manajer Bulan Ini di La Liga telah diumumkan. Siapa yang berhasil...