Persepsi Pemain Melawan Serena Williams dan Carlos Alcaraz
Serena Williams dan Carlos Alcaraz keduanya merasakan bahwa lawan-lawan sering tampil lebih baik ketika berhadapan dengan mereka.
Williams pernah mengungkapkan saat Wimbledon 2018 bahwa ia “bermain melawan semua orang dalam kondisi terbaik mereka.” Sementara itu, Alcaraz juga merasakan hal serupa tahun ini, menyatakan bahwa lawan-lawan bermain seakan seperti “Roger Federer” saat melawannya.
Kini, mantan nomor satu dunia Kim Clijsters menjelaskan bagaimana ia menghadapi situasi yang sama selama kariernya.
Kim Clijsters: Setiap Pertandingan Adalah Final Grand Slam
Dalam episode terbaru ‘Love All’, Clijsters berbagi pandangannya tentang menghadapi lawan yang berperingkat lebih rendah. Ia menjelaskan, “Pola pikir saya adalah, setiap pertandingan dimulai 0-0, dan Anda memiliki peluang 50%.”
“Itu yang selalu saya katakan pada diri sendiri. Kita juga melihat Serena dan Alcaraz membahas hal ini. Ketika Anda sering bermain melawan pemain dengan peringkat lebih rendah, yang biasanya dialami oleh pemain yang menduduki peringkat satu dunia, semua orang bisa saja memberikan penampilan terbaik mereka saat melawan Anda.”
Clijsters berhasil meraih empat gelar Grand Slam dan menghabiskan 20 minggu sebagai nomor satu dunia. Baik Williams maupun Alcaraz juga telah meraih kesuksesan meskipun sering menghadapi lawan yang bermain dalam performa terbaik mereka.
Penampilan Carlos Alcaraz Melawan Pemain Bergengsi
Sejak memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di US Open 2022, Alcaraz hanya mengalami 41 kekalahan. Dari seluruh kekalahannya, ia ditundukkan oleh Novak Djokovic dan Jannik Sinner masing-masing lima kali. Namun, ia juga mendapatkan kekalahan dari pemain dengan peringkat lebih rendah.
Kekalahan Carlos Alcaraz Sejak Memenangkan US Open 2022
- 2022: 4 kekalahan
- 2023: 12 kekalahan
- 2024: 13 kekalahan
- 2025: 9 kekalahan
- 2026: 3 kekalahan
Leave a comment