Xavi Simons dan FC Bayern – Sebuah Cerita yang Berlanjut
Pembicaraan mengenai masa depan Xavi Simons tiba-tiba kembali mencuat setelah degradasi Tottenham Hotspur menjadi kenyataan. Musim panas lalu, penyerang asal Belanda ini pindah dari RB Leipzig ke Spurs dengan biaya mendekati €65 juta. Keputusan ini ternyata memicu penolakan dari Uli Hoeneß, yang menilai harga tersebut terlalu tinggi.
Degradasi Juga Membawa Perubahan
Tottenham saat ini tidak berjuang untuk meraih gelar, melainkan berusaha bertahan di Liga Premier. Jika degradasi benar-benar terjadi, ada kemungkinan besar beberapa pemain, termasuk Simons, akan meninggalkan klub. Berdasarkan informasi, Simons yang kini berusia 22 tahun bisa saja menjadi salah satu yang angkat kaki dari London utara.
Meski catatan statistiknya terbilang baik—42 penampilan, enam gol, dan tujuh assist—performa Simons tidak sesuai harapan yang tinggi. Seperti banyak rekan setimnya, ia belum mampu menunjukkan performa terbaiknya di Tottenham.
Apakah Bayern Masih Tertarik?
Bayern Munich sebelumnya menunjukkan ketertarikan terhadap Simons, tetapi kini situasinya sedikit berubah. Pertanyaan yang muncul adalah apakah Bayern akan berusaha lagi untuk mendapatkan jasanya. Simons lebih nyaman bermain di lini tengah menyerang, tepat di belakang striker. Namun, posisi ini sudah diisi oleh Jamal Musiala dan Serge Gnabry, serta opsi lokal seperti Lennart Karl.
Saat ini, Simons tidak termasuk dalam daftar target transfer Bayern untuk jendela transfer musim panas mendatang. FC Bayern disarankan untuk tidak melanjutkan pencarian mereka untuk Simons. Penolakan Hoeneß yang terjadi musim panas lalu bukanlah keputusan sembarangan, melainkan berdasarkan pertimbangan yang matang. Meskipun harga pemain mungkin turun, kebutuhan Bayern di posisi tersebut tetap tidak berubah.
(SA/GN)
sumber : fcbinside.com
Leave a comment