Cooper Flagg dan Perbaikan Kemampuan Tembak Jarak Jauh
Cooper Flagg, pemain basket terbaik berusia 19 tahun di dunia, memiliki banyak keunggulan, namun ada satu kelemahan yang perlu diperhatikan oleh Dallas Mavericks. Di era NBA saat ini, jarang ada pemain yang dapat bertahan tanpa kemampuan tembakan jarak jauh yang solid. Bahkan, Dereck Lively II pun berniat untuk mengembangkan tembakan luar, meski cidera yang dialaminya menghambat proses tersebut.
Pentingnya Pemain Pencipta Ruang
Mavericks harus memanfaatkan NBA Draft untuk memilih seorang guard yang dapat menciptakan ruang dan beroperasi dengan baik saat menggiring bola, sehingga Flagg dapat mendapatkan peluang tembakan yang lebih baik. Jika kita bandingkan Flagg dengan Luka Doncic, keduanya memiliki kesamaan; Doncic adalah pengatur permainan ulung yang mampu melibatkan rekan-rekannya. Namun, untuk meningkatkan kemampuan tembakan jarak jauh Flagg, Mavericks harus mendapatkan seorang fasilitator yang sejenis untuk berkolaborasi dengan Flagg.
Kebutuhan untuk Meningkatkan Tembakan Jarak Jauh
Flagg harus bisa meningkatkan persentase tembakan jarak jauhnya. Meskipun proses belajar merupakan hal yang wajar bagi rookie NBA, khususnya yang memulai karir di usia 18 tahun, mantan bintang Duke ini tidak dapat menjadikan faktor tersebut sebagai alasan untuk waktu yang lama.
Flagg Memerlukan Dukungan untuk Kembali ke Jalur yang Tepat
Pada suatu titik, Flagg mencatat persentase tembakan tiga poin sebesar 27.8% sepanjang musim. Persentase tembakan keseluruhannya berakhir pada angka 46.8%, namun dengan bakat generasional yang dimilikinya, permasalahan ini tentu dapat diatasi.
Keaton Wagler: Pilihan Impian untuk Mavericks
Keaton Wagler bisa jadi pilihan draft yang tepat bagi Dallas. Kecepatan Wagler dalam menggiring bola dapat menarik perhatian pertahanan dan memberi Flagg peluang tembakan terbuka. Ini mirip dengan harapan penggemar ketika Klay Thompson dianggap sebagai pelengkap sempurna untuk Doncic. Thompson unggul sebagai pencetak poin off-ball, dan Mavericks perlu kembali menggunakan formula yang sama.
Kendala dalam Tembakan Jarak Jauh Tim
Tentunya, sejak pertukaran Doncic, kesempatan Thompson untuk mendapatkan peluang tembakan yang baik semakin sedikit. Pemain seperti Wagler, Kingston Flemings, atau Darius Acuff Jr. dapat menjadi kunci bagi Flagg dalam memperbaiki tembakan tiga poinnya.
Bukan sepenuhnya salah Flagg karena kesulitan dalam tembakan jarak jauh, mengingat Mavericks adalah salah satu tim terburuk dalam tembakan tiga poin di NBA, dengan persentase 34.4% sepanjang tahun.
Max Christie, yang awalnya diperkirakan bisa tampil lebih baik di awal musim, mengalami penurunan performa di paruh kedua musim, dan itu sulit untuk disaksikan. Christie bermain lebih baik saat berduet dengan Irving, dan diharapkan dia akan kembali menemukan ritme ketika pemain veteran berusia 15 tahun itu kembali ke lineup.
Dampak Pemain Baru terhadap Tim
Akan dibutuhkan usaha tambahan bagi tim untuk memperbaiki performa tembakan 3 poinnya, sehingga pemain yang mereka pilih di draft akan sangat menentukan bagaimana mereka beroperasi dari jarak jauh. Pemain seperti Wagler tidak perlu menyamai ketepatan tembakan Stephen Curry, namun setidaknya keterlibatan dan pesonanya dapat memberikan dampak yang signifikan.
(BA/GN)
sumber : thesmokingcuban.com
Leave a comment