Menanti Momen Akhir bagi Bintang-Bintang Besar di Panggung Internasional
Piala Dunia merupakan kesempatan bagi para pemain hebat seperti Lionel Messi, Luka Modrić, dan Cristiano Ronaldo untuk meninggalkan warisan terakhir mereka. Musim panas ini mungkin menjadi panggung terakhir bagi mereka. Di sisi lain, Kevin De Bruyne dan Casemiro memiliki peluang untuk memperjelas karier internasional mereka di Amerika Utara, sementara Neymar mungkin tidak mendapatkan kesempatan tersebut.
Kisah Tragis di Ajang Kualifikasi
Tidak ada akhir karier internasional yang lebih menyakitkan daripada gagal di kualifikasi Piala Dunia. Kegagalan Amerika Serikat melawan Trinidad dan Tobago pada 2017 menjadi babak akhir bagi tiga pemain kunci: DaMarcus Beasley, Clint Dempsey, dan Tim Howard. Setelah Italia mengecewakan pada Piala Dunia 2018, Gianluigi Buffon pun menghapus air matanya dan kembali dari pensiun untuk satu laga uji coba.
Robert Lewandowski dalam Pukauan Tak Beruntung
Robert Lewandowski, meskipun tidak mengalami kesedihan yang mendalam secara finansial—dengan gaji sekitar €400.000 per minggu di Barcelona—masih harus menghadapi kenyataan pahit. Musim ini, ia memiliki kesempatan untuk menambah gelar kontinental kedua dan membantu Polandia mencapai babak 16 besar Piala Dunia, tetapi ternyata nasib berkata lain.
Penggemar sepak bola Polandia harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal melanjutkan petualangan di Piala Dunia. Polandia tidak termasuk dalam jajaran kekuatan besar sepak bola dunia, dan tradisi kualifikasi Piala Dunia mereka hanya tercatat dalam rentetan singkat di masa lalu.
Piala Dunia: Harapan yang Hampa
Partisipasi Polandia di Piala Dunia 2018 dan 2022 tidak memenuhi ekspektasi, dengan Lewandowski tidak mencetak gol di Rusia dan tersingkir di Qatar di babak 16 besar. Kini, setelah ancaman pensiun yang dilontarkannya, Polandia mengganti pelatih menjelang kualifikasi Piala Dunia kali ini. Namun, mereka hanya bisa mencapai play-off, dan langkah mereka terhenti di tangan Swedia.
Masa Depan yang Tak Pasti
Lewandowski kini berusia 37 tahun dan menghadapi situasi yang jarang terjadi: berperan sebagai pemain cadangan. Meskipun masih mencetak gol—12 di La Liga dan 17 di semua kompetisi—ia mulai dipilih sebagai cadangan dalam beberapa laga penting, termasuk di Champions League.
Saat ini, Barcelona tampaknya dalam posisi bagus untuk meraih gelar La Liga, namun gelar liga sudah bukan lagi prioritas utama bagi Lewandowski. Kontraknya akan berakhir di musim ini, dan laporan menyebutkan ia harus memangkas gaji untuk tetap berada di klub.
Pilihan Karier Selanjutnya
Menjelang akhir kariernya, beberapa liga seperti MLS dan Saudi Pro League sering disebut-sebut sebagai destinasi selanjutnya. Namun, tantangan di liga-liga tersebut tidak akan sebanding dengan pencapaian di Piala Dunia atau gelar Champions League yang lebih mendalam.
Dengan waktu yang tersisa, Lewandowski memilih untuk fokus pada sisa pertandingan dan gol yang harus dicetak, sambil merenungkan langkah selanjutnya dalam kariernya. Untuk salah satu striker terbaik dalam sejarah, dilema ini tentunya menyakitkan.
(LC/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment