Pistons Balas Kekalahan dengan Kemenangan atas Magic di Game 2
DETROIT — Setelah kalah di Game 1 di Little Caesars Arena akhir pekan lalu, tim Detroit Pistons menunjukkan komitmen untuk bermain lebih fisik melawan Orlando Magic di Game 2.
Dari awal pertandingan Rabu malam, janji itu langsung ditepati.
Dalam laga yang kadang terasa seperti pertempuran sengit, Detroit melancarkan serangan pertama dan terus memberikan tekanan kepada Orlando hingga akhir pertarungan di depan dukungan penuh dari para penggemar di ESPN.
Dengan dukungan 27 poin dari calon MVP NBA, Cade Cunningham, yang berasal dari Montverde Academy, Pistons meraih kontrol pertandingan di kuarter ketiga dan mencatat kemenangan 98-83, mengikat seri babak pertama terbaik dari tujuh pertandingan menjadi 1-1.
Jalannya Pertandingan
Jalen Suggs (19 poin), Paolo Banchero (18), Franz Wagner (12), dan Desmond Bane (12) menyumbang total 61 poin untuk Magic, namun kinerja mereka kurang efisien dengan persentase tembakan hanya 33%. Sementara itu, Pistons hampir setengah dari tembakan mereka masuk dengan persentase 46%.
Kedua tim tidak menjaga bola dengan baik, di mana Pistons mencetak 18 poin dari 19 turnover Orlando, sementara Magic juga menghasilkan 19 poin dari 23 kali kehilangan bola.
Statistik Penting
Seri ini akan kembali berlanjut ke Orlando untuk pertarungan penting di Game 3 pada Sabtu sore mendatang di Kia Center.
Perubahan di Kuarter Ketiga
Baik Magic maupun Pistons saling imbang di 46 poin menjelang paruh waktu, namun keadaan ini tidak bertahan lama. Detroit langsung mencetak 11 poin pertama di kuarter ketiga dan membuka paruh kedua dengan rentetan 27-3. Pistons berhasil memaksa tiga turnover Magic dan mencetak delapan dari sepuluh tembakan pertama mereka di lima menit awal paruh kedua.
Pada kuarter ketiga, Pistons mencetak 14 dari 23 tembakan (60,9%) dan membatasi Magic hanya dengan 5 dari 17 tembakan (29,4%). Akhirnya, Detroit unggul 38-16 di kuarter ini dan memimpin 22 poin memasuki kuarter terakhir. Meskipun Magic berhasil mencetak 21 poin berbanding 14 di kuarter keempat, kerugian sudah terlanjur terjadi.
Poin di Area Cat
Magic mendominasi area cat dengan mengungguli Detroit 54-34 di Game 1, tetapi di Game 2 mereka kesulitan untuk mencetak poin di dekat ring. Detroit mencatatkan empat blok di lima menit awal dan berakhir dengan total 11 blok. Orlando pun tidak dapat memberikan perlawanan berarti di cat.
Setelah kuarter pertama dan kedua, Pistons mengungguli Magic 32-18 di area cat dan menutup seluruh pertandingan dengan keunggulan 54-34.
Poin Bebas
Pistons sebelumnya mencetak 38 free throw di Game 1, jauh lebih banyak dibandingkan Magic dengan 19. Namun, di Game 2, situasi terbalik. Di paruh pertama, Magic melakukan 21 free throw tetapi hanya berhasil memasukkan 14. Kesulitan mereka di garis free throw terus berlanjut dengan catatan akhir 23 dari 32.
Sementara itu, Pistons sempat kesulitan untuk mendapatkan free throw, hanya memperoleh 3 dari 8 sebelum jeda, namun berhasil mencetak 7 dari 9 di kuarter ketiga saja. Pistons menutup pertandingan dengan 14 dari 24 free throw.
Konteks
Kemenangan ini sangat penting bagi Pistons untuk membawa semangat positif dalam menghadapi Game 3 di Orlando. Tim akan berusaha untuk mempertahankan momentum dan mengalihkan tekanan kepada Magic dalam pertandingan selanjutnya.
(BA/GN)
sumber : www.orlandosentinel.com
Leave a comment