Stephen Curry dan Masa Depan Steve Kerr di Golden State Warriors
Latihan Pra-Musim di USC
Pada 11 Oktober, di Galen Center, kampus USC, Golden State Warriors mengakhiri latihan pra-musim menjelang pertandingan melawan Los Angeles Lakers. Di dalam gym latihan, tim basket putra USC menyaksikan Stephen Curry beraksi. Sementara itu, Jimmy Butler, yang tidak berlatih, mencoba mengajak rekan-rekannya untuk makan siang.
Walaupun ada beberapa bintang NBA seperti Butler dan Draymond Green di sekitar, perhatian utama tetap tertuju pada Curry. Saat rekan-rekannya menuju bus, Curry memilih untuk masuk ke ruang kebugaran USC untuk melanjutkan latihannya. Pengawalnya, Yusef Wright, tetap berjaga di luar, memastikan salah satu figur olahraga paling terkenal di dunia ini tidak terganggu. Sejak bertahun-tahun, Warriors sangat bergantung pada kehadiran Curry.
Steve Kerr dan Rasa Syukur
Pelatih Golden State, Steve Kerr, menyadari hal ini lebih dari siapa pun. Ketika ditanya tentang rasa syukur yang ia rasakan kepada Curry, Kerr tersenyum. “Saya selalu berterima kasih kepada Steph, atau setidaknya mengungkapkan rasa syukur saya,” ujarnya. Dalam perbincangan dengan pelatih basket USC, Eric Musselman, Kerr menegaskan, “Tanpa Steph, saya tidak akan berada di sini selama 12 tahun. Stabilitas organisasi ini berasal darinya.”
Kerr menambahkan bahwa tidak banyak orang yang bisa memiliki dampak sebesar itu pada sebuah organisasi, liga, atau bahkan kota. “Ia melakukan semua itu dan lebih, jadi saya bersyukur setiap hari,” tambahnya dengan tawa.
Pertanyaan Tentang Masa Depan
Di balik rasa syukur itu, ada pertanyaan yang kini tidak bisa dihindari oleh Kerr: Mampukah dia melangkah pergi dari Curry? Pertanyaan ini muncul kembali setelah kekalahan Warriors di playoff dari Phoenix Suns.
“Saya tidak ingin meninggalkan Steph,” ungkap Kerr setelah pertandingan. “Saya pasti tidak akan melatih tim lain di NBA tahun depan. Saya tidak akan pernah berjalan pergi dari Steph, tetapi semua hal harus sejalan dan tepat.” Saat ini, Kerr dihadapkan pada ketidakpastian tentang masa depannya setelah tidak memperbarui kontraknya.
Kesiapan untuk Perubahan
Sumber di dalam liga mengungkapkan bahwa keinginannya untuk berbicara secara terbuka mengenai isu sosial dan politik kadang menciptakan ketegangan internal. Beberapa pihak mengindikasikan bahwa hal ini bisa menjadi faktor dalam keputusan Kerr untuk kembali atau tidak. Meskipun optimisme mengenai masa depannya mulai memudar, belum ada keputusan resmi yang diambil hingga dia berbicara lebih lanjut dengan pemilik tim, Joe Lacob, dan manajer umum, Mike Dunleavy.
Jika Kerr memutuskan untuk kembali, ada kemungkinan Warriors ingin menawarkan perpanjangan kontrak jangka panjang. Namun, spekulasi mengenai calon penggantinya sudah mulai beredar, meskipun harapan untuk melanjutkan kerjasama masih ada.
Ikatan Antara Kerr dan Curry
Kerr telah lama mengatakan bahwa Curry adalah pemain paling bahagia yang pernah ia latih. Joy (kebahagiaan) telah menjadi ciri khas era kepelatihannya dan segala yang ia bangun di Golden State. “Pemain kami akan memberi tahu bahwa ada banyak kebahagiaan di tempat kami setiap hari,” kata Kerr. “Ketika mereka merasakan apa yang Anda perjuangkan, mereka akan percaya padanya.”
Curry adalah perwujudan dari filosofi kepelatihan Kerr. Nilai-nilai mereka lebih dalam dari sekadar basket. Kerr merasakan banyak kesamaan nilai hidup dengan Curry, dan baginya, itu adalah keberuntungan.
Strategi Masa Depan
Saat Curry menghadapi pertanyaan tentang masa depan Kerr, ia tidak terpengaruh oleh spekulasi tersebut. “Saya ingin pelatih bahagia, antusias tentang pekerjaannya, dan percaya bahwa dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini,” katanya. “Bagaimana pun caranya, saya bersyukur atas apa yang telah kami capai.”
Kerr menyadari bahwa ia tidak akan pernah mendapatkan pemain sebaik Curry lagi dan bahwa keduanya telah saling membantu membangun legasi satu sama lain. Pertanyaan sebenarnya bukan apakah Kerr bisa pergi dari Warriors, tetapi apakah ia bisa berjalan jauh dari satu hal pasti yang membantu memformalkan posisi Warriors sebagai tim elite di NBA.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment