Home Sepakbola Champions League Newcastle United: Masalah yang Terjadi dan Apa yang Selanjutnya?
Champions League

Newcastle United: Masalah yang Terjadi dan Apa yang Selanjutnya?

Share
Newcastle United: Masalah yang Terjadi dan Apa yang Selanjutnya?
Share

Perubahan Drastis di Newcastle: Dari Kejayaan ke Ketidakpastian

Setahun lalu, Newcastle United berada di puncak kesuksesan. Setelah memenangkan trofi domestik pertama mereka dalam tujuh dekade, manajer Eddie Howe dan para pemainnya dikenang sebagai legenda klub. Mereka menjalani musim dengan semangat besar, bersiap menuju kualifikasi Liga Champions. Di tingkat dewan, para direktur merasa optimis. Chief Executive Darren Eales bahkan mengatakan bahwa mereka akan “gila” jika menjual bintang striker Alexander Isak.

Namun, situasi kini berubah drastis. Isak telah pergi ke Liverpool, meninggalkan kenangan pahit bagi pendukung setia. Newcastle telah menelan delapan kekalahan dalam sebelas pertandingan Premier League terakhir mereka dan kini terpuruk di posisi ke-14 dengan satu bulan tersisa di musim ini. Posisi Howe terasa rentan, klub-klub besar mulai mengintai pemain terbaik tim, dan ada derak ketidakpastian mengenai kepemilikan klub.

Apakah kondisi saat itu sebaik yang terlihat bulan April lalu? Apakah situasi saat ini benar-benar parah? Apakah ini hanya sebuah kemunduran sesaat? Atau tanda-tanda penurunan permanen? Penulis The Athletic Chris Waugh dan George Caulkin membahas apa yang salah di St James’ Park dan apa yang dapat diharapkan ke depan.

Kepemilikan dan Komunikasi

Chris Waugh: Ketidakpastian yang terjadi pada klub ini berasal dari atas. Berita tentang Saudi Arabian Public Investment Fund (PIF) yang menarik diri dari LIV Golf dan menjual sahamnya di klub Al Hilal menambah keraguan terkait komitmen mereka terhadap Newcastle.

George Caulkin: Apakah ini berdampak pada Newcastle? Pesan dari klub mengatakan ‘tidak sama sekali’. Meskipun PIF bukan pemilik yang aktif berkomunikasi, mereka tetap memandang Newcastle sebagai investasi jangka panjang yang akan membuahkan hasil. Namun, ada perbedaan antara omongan dan tindakan.

Baca juga:  Kuwait jadi panggung sukses final Champions League BCA Musim 4!

Waugh: Keraguan mengenai ketertarikan PIF bukanlah hal baru. Mereka jarang terlihat di lapangan—Yasir Al-Rumayyan, ketua klub, hanya hadir di beberapa pertandingan per musim. Sementara itu, walaupun pejabat PIF selalu berhubungan dengan hierarki klub, mereka tidak memiliki kehadiran nyata di Tyneside. Para penggemar juga mulai bertanya tentang sejauh mana PIF terlibat.

Caulkin: Ketidakpuasan juga mulai terlihat terkait lambatnya proyek besar seperti pembangunan stadion dan fasilitas latihan baru. Banyak tokoh senior yang mempertanyakan komitmen PIF.

Waugh: Tuduhan bahwa PIF ‘tidak terlibat’ dibantah oleh pihak Newcastle, yang menyatakan bahwa itulah cara operasional PIF. Namun, Newcastle saat ini tidak berada dalam situasi mengkhawatirkan seperti musim lalu ketika mereka tidak memiliki direktur olahraga maupun CEO yang aktif. Kini, mereka memiliki David Hopkinson dan Ross Wilson yang bekerja sama, menciptakan struktur eksekutif yang lebih profesional.

Manajer dan Takaran Tekanan

Caulkin: Pertemuan tahunan ini selalu melibatkan manajer Howe. Ia sudah mulai merencanakan program pramusim dan rekrutmen musim panas. Ini menjadi kesempatan baginya untuk menjelaskan kemunduran tim musim ini dan menyampaikan visi ke depan jika ia tetap bertanggung jawab. Namun, hal ini tidak bisa dijamin.

Waugh: Di tengah performa yang buruk—lima kekalahan dalam enam pertandingan di St James’—terutama derby kedua musim ini melawan Sunderland yang sangat menyakitkan, banyak yang merasa masa depan Howe terancam.

Kekalahan dari posisi menang, termasuk dua pertandingannya setelah jeda internasional, menunjukkan bahwa Newcastle bukan lagi tim yang mampu mempertahankan keunggulan. Sementara itu, rekrutan baru seperti Nick Woltemade dan Yoane Wissa tampaknya belum memberi dampak yang diharapkan.

Caulkin: Howe juga sadar akan situasinya. Ia sangat analitis dan merasa bahwa jika kehilangan dukungan pemain atau penggemar, ia akan berada di ambang batas. Ia perlu melihat respon positif dari mereka, terutama menjelang jendela transfer musim panas yang krusial ini.

Baca juga:  Nonton Bareng Liga Premier di Notre Dame, South Bend!

Pemain dan Komposisi Tim

Caulkin: Saatnya mungkin bagi Newcastle untuk melakukan perubahan besar. Isak pergi, Kieran Trippier juga mengumumkan akan meninggalkan klub, dan Fabian Schar kemungkinan akan menyusul. Tim ini telah berjuang, namun terlihat sangat lelah. Mereka membutuhkan energi, persaingan, dan kualitas baru.

Waugh: Fokus seharusnya tidak hanya pada apa yang Newcastle lakukan, tetapi juga pada apa yang tidak mereka lakukan. Perombakan skuad besar di depan mata, dengan posisi penjaga gawang, bek sayap, dan gelandang menjadi prioritas. Perlu dicatat, mereka berpotensi kehilangan pemain kunci dan menggantinya dengan talenta muda yang mungkin membutuhkan waktu untuk bersinar.

Pandangan dari Suporter

Waugh: Masalah ini tidak hanya memengaruhi pemain saja. Suporter lebih merasakannya. Tujuan yang sebelumnya jelas kini tereduksi, terutama saat tim terpuruk di papan bawah. Banyak penggemar merasa ada ketidaksesuaian antara yang mereka dengar dari hierarki klub dan apa yang mereka lihat di lapangan.

Caulkin: Disonansi ini telah ada sejak pasca-takeover. Ketidakpastian di antara segmen klub semakin menciptakan jarak antara suporter dan tim. Di satu sisi, niat untuk menjadi klub yang besar dan sukses masih ada, namun bagaimana mencapainya kini tidak begitu jelas, terutama ketika tim tampaknya mundur.

(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Siapa yang bakal raih gelar juara Premier League? Prediksi panas!

Siapa yang akan meraih gelar juara Premier League? Dengan persaingan ketat dan...

Skuad Bayern vs. Barça: Pertandingan Seru Menanti!

Skuad Bayern Munich dan Barcelona siap bertarung dalam pertandingan seru yang menjanjikan...

Kylian Mbappé pecahkan rekor dengan 10 gol tandang di Liga Champions!

Kylian Mbappé mencetak sejarah dengan 10 gol tandang di Liga Champions, memecahkan...

Machida Zelvia Tantang Ah-Ahli di Final Liga Champions Asia!

Machida Zelvia siap menguji ketangguhan Ah-Ahli di final Liga Champions Asia, berambisi...