Al-Ahli Pertahankan Gelar Liga Champions AFC dengan Kemenangan Tipis
JEDDAH, Arab Saudi – Al-Ahli berhasil mempertahankan gelar Liga Champions AFC Elite setelah mengalahkan Machida Zelvia dari Jepang dengan skor 1-0 di final yang berlangsung pada Sabtu malam.
Jalannya Pertandingan
Gol penentu dihasilkan oleh striker timnas Arab Saudi, Firas Al-Burikan, di menit keenam babak tambahan waktu, di hadapan sekitar 60.000 penonton yang sebagian besar merupakan pendukung Al-Ahli. Meskipun harus bermain dengan sepuluh pemain selama hampir satu jam setelah Zakaria Hawsawi diusir, Machida tidak berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Al-Ahli hampir membuka keunggulan di babak pertama saat winger Brasil, Galeno, mampu menembus pertahanan Machida, namun tendangannya berhasil diselamatkan kiper Kosei Tani. Menjelang akhir babak, upaya Merih Demiral dari jarak dekat ditepis di garis gawang.
Al-Ahli merasakan tekanan ketika Hawsawi harus keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran terhadap Tete Yangi. Momen tersebut mengubah dinamika permainan, dengan Machida lebih mendominasi dan memaksa kiper Edouard Mendy melakukan penyelamatan penting. Di akhir waktu normal, Al-Ahli kehilangan Mohammed Abdulrahman yang juga mendapatkan kartu merah di pinggir lapangan.
Reaksi Pemain
Riyad Mahrez, winger Al-Ahli, mengungkapkan rasa syukurnya setelah pertandingan. “Ini luar biasa. Kami tahu ini akan sulit. Bermain dengan sepuluh orang hampir tidak mungkin, tetapi kami berhasil menemukan kekuatan untuk terus berjuang hingga gol tercipta,” katanya.
Statistik Pertandingan
Cetak gol Al-Burikan terbentuk dari assist Franck Kessie, yang memberikan bola kepada Al-Burikan untuk disarangkan ke gawang dari jarak dekat. Dengan kemenangan ini, Al-Ahli menjadi tim pertama yang memenangkan gelar Asia secara berturut-turut sejak Al-Ittihad pada tahun 2005.
Konteks dan Disrupsi Turnamen
Final yang penuh emosi ini mencerminkan berbagai masalah yang dihadapi sepanjang turnamen. Semua pertandingan sejak babak perempat final dilaksanakan di Jeddah dengan jumlah penonton yang minim, termasuk semifinal yang hanya dihadiri oleh 395 penonton saat Machida mengalahkan Shabab Al-Ahli dari UEA.
Penyelesaian pertandingan awal di kawasan Asia tertunda akibat ketegangan di Timur Tengah, mengubah format dari dua leg menjadi satu. Meski ada keraguan mengenai keikutsertaan tim-tim dari Asia Timur, Machida yang belum pernah memenangkan J1 League berhasil mencatat sejarah di klub mereka dengan mencapai final.
(LC/GN)
sumber : www.newsday.com
Leave a comment