Performa Positif Nottingham Forest di Premier League
Nottingham Forest, yang belum meraih trofi besar sejak 1990, saat ini berada di posisi kedua dalam tabel performa Premier League selama enam pertandingan terakhir, hanya kalah dari Brighton. Dalam periode ini, mereka telah mencetak 15 gol, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Sunderland pada hari Jumat.
Pembenahan di Bawah Arahan Pereira
Dari total 15 gol yang dicetak, sembilan di antaranya berasal dari dua pertandingan terakhir melawan Burnley dan Sunderland. Kemenangan ini memberikan harapan untuk bertahan di Premier League, meskipun West Ham dan Tottenham berhasil meraih kemenangan pada hari Sabtu, menandakan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Pelatih baru mereka, Pereira, menekankan pentingnya Premier League sebagai prioritas utama, tetapi ada keyakinan bahwa mereka dapat menghindari degradasi.
Saat ini, Forest memiliki jarak lima poin di atas Tottenham yang berada di zona degradasi, dengan empat pertandingan tersisa. Jarak ini memberikan peluang bagi Forest untuk bermain lebih lepas melawan Aston Villa, terutama setelah kehadiran Pereira yang membawa perubahan positif sejak Februari lalu.
Penanganan Masalah Internal
Para pemain tampaknya tidak beradaptasi dengan filosofi mantan pelatih Sean Dyche, dan saat Pereira mengambil alih, ia mengidentifikasi dua masalah utama: kurangnya kepercayaan diri dan identitas permainan yang jelas. Hal ini memang tidak mengherankan dengan adanya tiga pelatih sebelumnya di musim yang penuh masalah ini.
Pereira menyadari bahwa tugas pertamanya adalah mengembalikan kepercayaan diri tim, yang sebelumnya finish di posisi ketujuh liga musim lalu, serta menerapkan gaya permainan yang sesuai dengan kualitas skuad. Respon dari pemain sangat positif, mereka menyambut perubahan ini dan memenuhi standar tinggi dalam latihan, yang termasuk memutar musik selama sesi latihan.
Musik sebagai Bagian dari Latihan
Pereira mengizinkan pemain memilih musik yang diputar dalam sesi terakhir sebelum pertandingan, mirip dengan yang pernah dilakukannya di klub-klub sebelumnya. Musik ini digunakan saat pemanasan dengan tujuan mengurangi ketegangan dan meningkatkan energi, sehingga pemain bisa memasuki pertandingan dengan mindset yang tepat.
Seperti yang dikenal, Pereira menyukai musik dari tahun 1980-an dan sering mendengarkan lagu-lagu tersebut di kantornya saat menangani Wolves. Musim lalu, ia sukses menyelamatkan Wolves dari degradasi ketika mengambil alih klub saat berada di zona bawah, dan ia ingin mengontrol permainan melalui penguasaan bola.
Statistik Menarik di Bawah Pereira
Di bawah asuhan Pereira, Nottingham Forest mengedepankan kekompakan tim dan mampu memanfaatkan kelemahan lawan. Dalam delapan pertandingan liga yang dilakoni, mereka hanya kebobolan delapan gol, menjadikannya salah satu tim dengan pertahanan terbaik. Terlihat perubahan gaya permainan yang signifikan; jumlah umpan silang dari permainan terbuka berkurang 31%, sementara umpan silang dari kedalaman berkurang 29%. Namun, tembakan dari umpan watak meningkat 31%.
Forest kini menciptakan 30% lebih banyak peluang besar, dan tingkat konversi peluang mereka meningkat sebesar 75%. Perubahan gaya ini juga berkontribusi pada performa mengesankan Morgan Gibbs-White, yang mencetak sembilan gol dalam 14 pertandingan sejak Pereira tiba, menguatkan peluangnya untuk masuk dalam skuad Piala Dunia Inggris.
Target Eropa dan Statistik di Kompetisi
Gibbs-White akan semakin diperkuat harapannya jika ia berhasil membantu Forest meraih gelar Liga Europa bulan depan, sebuah kompetisi yang sejak awal musim menjadi target mereka. Formasi mereka di Eropa pun menunjukkan hasil yang mengesankan dengan akumulasi xG terbaik (27.8) di kompetisi, melakukan 414 sentuhan di daerah lawan dalam 14 pertandingan, dengan 23 dari 88 tembakan tepat sasaran berhasil menjebol gawang.
Hanya Bologna dari Serie A, yang tersingkir di perempat final oleh Villa, yang mengungguli Forest dalam ketiga kategori ini, sementara penyerang Igor Jesus menjadi pencetak gol terbanyak bersama dengan tujuh gol di kompetisi tersebut.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment