Cerita Musim yang Penuh Tantangan untuk Golden State Warriors
Setiap musim membawa ceritanya sendiri, dan untuk Golden State Warriors di musim 2025–26, banyak dari cerita tersebut tidak berakhir manis. Di tengah berbagai cedera, seperti ACL Jimmy Butler III dan lutut Stephen Curry, Warriors mengalami musim yang sulit dengan mencatatkan 37 kemenangan. Mereka pun harus menghadapi kekalahan di play-in yang seolah menjadi sinyal berakhirnya sesuatu yang tidak dapat diidentifikasi.
Statistik Musim
Meskipun catatan 37-45 menjadi sorotan, ada momen-momen lain yang menunjukkan potensi Warriors yang sesungguhnya. Terdapat beberapa pertandingan di mana pemain mampu mengubah permainan, mengalihkan fokus dari musim yang sulit ini. Berikut adalah satu pertandingan yang patut diingat, terutama penampilan Stephen Curry di San Antonio pada bulan November.
Jalannya Pertandingan
Malam itu dimulai dengan penampilan menarik dari Stephen Curry yang memilih mengenakan sepatu Kobe 6s saat pemanasan. Langkah itu menjadi sinyal bahwa ia kini bebas dari kontrak dengan Under Armour setelah lebih dari sepuluh tahun. Dalam wawancaranya sebelum pertandingan, ia menyebut malam itu sebagai “awal baru”. Namun, permainan yang berlangsung bukanlah cerita tentang awal baru tersebut.
Warriors mengalami kesulitan di awal pertandingan, hanya mencetak 28 persen dari total tembakan di kuarter pertama dan hanya 16.7 persen dari tiga poin. Di paruh pertama, pemain lain hanya mencetak sembilan poin dari 3-of-26 tembakan. Ketika Golden State tertinggal 10 poin di sisa waktu 6:51, tampaknya malam itu akan berakhir dengan buruk lagi bagi mereka.
Tapi, Curry tidak tinggal diam. Ia mencetak 14 poin berturut-turut di akhir kuarter ketiga, mengubah defisit menjadi hanya dua poin di awal kuarter keempat. Dengan keperwiraan luar biasa, ia menambahkan 10 poin lain dalam waktu kurang dari dua menit. Hasil akhir yang mencolok: 49 poin dengan 16-of-26 tembakan dari lapangan, 9-of-17 dari tiga poin, dan 8-of-8 dari garis lemparan bebas. Warriors berhasil membalikkan keadaan, menang 109-108 berkat usaha Curry yang luar biasa.
Konteks Pertandingan
Dua malam sebelumnya, di lokasi yang sama, Curry juga mencatatkan 46 poin dalam sebuah kemenangan. Namun, pertandingan kedua menjadi menarik karena ia harus beradaptasi dengan situasi sulit. Dengan waktu tersisa 6.4 detik dan timnya tertinggal satu poin, Curry cerdik menggoda De’Aaron Fox untuk melakukan pelanggaran dalam transisi. Di tengah suara gaduh para penggemar, ia dengan percaya diri meminta lebih banyak sorakan dengan meniru gerakan mereka, sebelum menuntaskan lemparan gratis tanpa kesalahan.
“Saya rasa semua orang sudah mengharapkannya,” kata pelatih Steve Kerr setelah pertandingan.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa performa Curry sudah menjadi bagian dari rutinitas, bukan hanya sekadar harapan. Performanya yang luar biasa di dua pertandingan berturut-turut menunjukan bahwa meskipun banyak tantangan yang dihadapi, potensi masih ada.
Dampak bagi Tim
Walaupun musim 2025–26 penuh kesulitan, penampilan Curry yang konsisten menjadi harapan bagi Warriors. Dia menunjukkan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, ia mampu memberikan yang terbaik dan mencari cara untuk membawa timnya meraih kemenangan. Dengan berbagai keputusan penting yang harus diambil menjelang musim mendatang, performa seperti ini akan menjadi modal berharga bagi Warriors untuk bangkit kembali.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment