FIFA Tegaskan Iran Akan Berlaga di Piala Dunia 2026 di AS
Kedudukan Iran dalam Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan oleh AS diragukan sejak konflik antara AS dan Israel terjadi.
Dipublikasikan pada 30 April 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi dalam pertandingan Piala Dunia di Amerika Serikat, meskipun kongres FIFA dibuka tanpa kehadiran delegasi dari negara tersebut. Ketidakhadiran Iran menunjukkan adanya ketegangan dan tantangan di seputar turnamen yang akan datang.
Ketiadaan Iran membuat kongres pada hari Kamis kehilangan perwakilan dari negara yang kehadirannya sudah menjadi bahan pembicaraan di balik layar. Isu ini semakin penting mengingat Piala Dunia 2026 akan berlangsung di tiga negara, yaitu Kanada, AS, dan Meksiko. Hal ini berpotensi menciptakan komplikasi akibat kendala visa atau friksi diplomatik untuk beberapa negara peserta.
Kualifikasi Iran dan Permintaan Alternatif
Iran telah berhasil lolos ke turnamen, namun partisipasinya menjadi rumit sejak pecahnya perang antara AS dan Israel. Tehran bahkan meminta alternatif tempat untuk menggelar pertandingan di luar AS. Namun, FIFA menolak permintaan tersebut dan menegaskan bahwa jadwal tetap akan berlangsung sesuai rencana.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan pekan lalu bahwa Washington tidak keberatan jika pemain Iran berpartisipasi di Piala Dunia, tetapi para pemain tidak diperbolehkan membawa orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan IRGC (Pengawal Revolusi Islam Iran).
“Mari saya sampaikan di awal. Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026, dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat,” kata Infantino dalam kongres tersebut. “Dan alasan untuk itu sangat sederhana: kita harus bersatu. Itu adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita.”
Masalah Imigrasi dan Protes
Para pejabat federasi sepak bola Iran, termasuk Presiden Mehdi Taj, diharapkan menghadiri pertemuan tersebut, tetapi terpaksa kembali di bandara Toronto setelah dianggap menghadapi “perilaku yang tidak dapat diterima” dari otoritas imigrasi Kanada, meskipun mereka telah memiliki visa yang valid.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa dua anggota delegasi sebetulnya bisa menghadiri kongres FIFA, tetapi memilih untuk tidak melakukannya setelah salah satu dari mereka ditolak masuk ke Kanada. Taj adalah mantan anggota IRGC yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Kanada.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa langkah-langkah dilakukan berdasarkan setiap kasus dan individu yang terkait dengan IRGC dilarang masuk. “Kami memiliki serangkaian pemeriksaan, dan tidak ada anggota yang diizinkan masuk ke negara kami,” ungkapnya.
Di luar pusat konvensi, sekitar 30 pengunjuk rasa yang terbalut bendera Iran berkumpul untuk menyuarakan keinginan mereka akan perubahan rezim di Iran, meneriakkan dukungan untuk tokoh oposisi Iran, Reza Pahlavi. Mereka menyatakan bahwa “IRGC adalah teroris”, serta mengungkapkan penolakan terhadap kerjasama dengan “teroris”.
Dampak terhadap Iran di Piala Dunia
Dengan menghadapi berbagai tantangan diplomatik dan politik, keberadaan Iran di Piala Dunia 2026 tetap menjadi sorotan. Ketidakpastian ini akan mempengaruhi persiapan serta strategi tim dalam memikul tanggung jawab di panggung internasional.
(WC/GN)
sumber : www.aljazeera.com
Leave a comment