Musuh: Parma
Parma berhasil mengumpulkan 42 poin setelah 34 pertandingan di Serie A, dengan rincian sepuluh kemenangan dan 12 hasil imbang. Poin tersebut memastikan posisi mereka aman dengan empat pertandingan tersisa. Tim besutan Cuesta menunjukkan performa yang baik, setelah meraih dua kemenangan berturut-turut tanpa kebobolan (1-0 melawan Udinese dan Pisa). Setelah dua clean sheet ini, Parma berpeluang untuk menjaga tiga pertandingan berturut-turut tanpa kebobolan di Serie A untuk pertama kalinya sejak Februari 2014. Dalam 12 laga tandang terakhir, Parma tidak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan (enam kemenangan dan empat imbang) dan sejak pertengahan November, hanya Inter (sembilan), Milan (delapan), dan Como (tujuh) yang meraih lebih banyak kemenangan tandang daripada Parma yang memiliki enam kemenangan, sejajar dengan Juventus, Bologna, dan Napoli.
Pertahanan yang Kuat
Cuesta telah membangun tim Parma dengan dasar organisasi pertahanan yang solid. Mereka tampil kompak dan disiplin dalam mengatur pergerakan, saat ini menempati peringkat kesembilan dalam klasemen pertahanan liga dengan kebobolan 40 gol dalam 34 pertandingan. Namun, secara ofensif, Parma ada di posisi 17 dalam daftar gol yang dicetak (25). Salah satu senjata utama mereka adalah tendangan mati, yang menyumbang 40% dari total gol mereka (10 dari 25), dengan penekanan pada kekuatan udara dari striker Mateo Pellegrino. Penyerang asal Argentina ini telah berperan penting dalam perjuangan mereka untuk bertahan: dia mencetak gol dengan kepala terbanyak di Serie A musim ini (lima, mengungguli Lautaro Martínez dan Marcus Thuram dengan empat), berkontribusi terhadap 32% dari total gol Parma (delapan dari 25), dan saat ini berada di peringkat keempat dalam duel udara yang dimenangkan (113), di belakang Idrissa Touré (135), Victor Nelsson (121), dan Tiago Gabriel (114).
Pemain Kunci
Nama yang kini menjadi sorotan adalah Nesta Elphege, yang terlibat langsung dalam gol Parma pada tiga pertandingan terakhir di Serie A: satu assist melawan Napoli dan dua gol melawan Udinese dan Pisa. Pemain Parma terakhir yang berkontribusi dalam gol secara berturut-turut lebih banyak dalam periode yang sama adalah Sebastian Giovinco, yang mencatatkan tujuh pertandingan berturut-turut pada April hingga Mei 2012.
Jadwal Pertandingan
Parma akan melanjutkan pertandingannya di Serie A, di mana mereka dijadwalkan bertanding pada Hari Minggu, 8 Oktober 2023, pukul 21:00 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan secara langsung di Vidio, platform streaming resmi.
Konteks
Keberhasilan Parma yang relatif aman di liga mengindikasikan kemajuan penting bagi tim dalam mempertahankan status mereka. Dengan pertahanan yang solid dan peningkatan dalam produktivitas gol, mereka menunjukkan potensi yang positif untuk menghadapi tantangan di sisa musim ini.
(SA/GN)
sumber : www.inter.it
Leave a comment