Krisis Hubungan Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag di Manchester United
Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Manchester United awalnya disambut dengan antusiasme, namun klub tidak mampu menunjukkan performa yang konsisten untuk meraih trofi. Hubungan Ronaldo dan manajer saat itu, Erik ten Hag, sangat berpengaruh terhadap keputusan sang pemain untuk pindah ke Al-Nassr.
Pentingnya Peran Steve McClaren
Asisten Ten Hag, Steve McClaren, memiliki pengalaman berharga setelah sebelumnya menjabat di bawah Sir Alex Ferguson selama tiga musim ketika klub meraih treble. Dalam sebuah wawancara dengan The Athletic, McClaren menjelaskan perannya dalam situasi ini.
“Erik berusaha menerapkan gayanya, itulah sebabnya dia terlibat konflik dengan Ronaldo. Saya bilang kepada Erik, ‘Ini adalah kamu atau dia’,” ungkap McClaren. “Ronaldo pada umumnya baik, tetapi dia tidak ingin melakukan pekerjaan yang diinginkan Erik, atau mungkin merasa tidak bisa.”
McClaren menjelaskan lebih lanjut tentang rencana Ten Hag: “Instruksi saat kehilangan bola adalah, ‘Masuk ke tengah, begitu kamu kembali, kamu harus menjadi yang pertama menekan’. Saya selalu bilang kepada Ronnie, ‘Jika kamu ingin bermain, kamu harus melakukannya’. Dia mengeritik, ‘Ah, tidak ada yang ingin menekan’.”
Diferensiasi Gaya Manajemen
McClaren menekankan pesan Ten Hag kepada Ronaldo: “Semua pemain harus menyerang dan bertahan. Bukan hanya 11 pemain menyerang dan 10 bertahan. Jadi saya berkata, ‘Kamu harus berlari, sederhana saja, Ronnie. Jika tidak, kamu tidak akan bermain’.” Situasi ini menciptakan perpecahan dalam skuad, dengan setengahnya berpihak kepada Ronaldo dan setengahnya lagi kepada Ten Hag.
McClaren membandingkan otoritas Ferguson dengan Ten Hag: “Dengan Fergie, jika kamu tidak sesuai, kamu akan keluar. Jika dia tahu ada yang tidak setuju, kamu akan pergi. Itulah kekuatan yang dia miliki setelah bertahun-tahun.”
Waktu yang Tak Cukup untuk Ten Hag
McClaren berpendapat bahwa Ten Hag diberhentikan sebelum sempat mengubah situasi, menyatakan: “Bos, Sir Alex, mendapatkan waktu untuk melakukannya. Erik tidak mendapatkan waktu yang sama. Namun dalam beberapa aspek, saya tidak bisa mengerti, karena dia telah memenangkan Carabao Cup dan FA Cup.”
Ketidakpastian situasi di Manchester United menciptakan tantangan besar bagi pelatih dan pemain. Hubungan yang rumit antara Ronaldo dan Ten Hag menjadi bagian dari kisah yang lebih besar dalam sejarah klub, menunjukkan bagaimana tekanan dapat memengaruhi keputusan dan strategi di lapangan.
(SA/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment