Home Sepakbola Liga Lainnya Direktur DFL bangga jaga hak cipta di dunia olahraga!
Liga Lainnya

Direktur DFL bangga jaga hak cipta di dunia olahraga!

Share
Direktur DFL bangga jaga hak cipta di dunia olahraga!
Share

Masalah Penyiaran Sepak Bola di Jerman

Jerman tengah menghadapi tantangan serius dalam hal penyiaran sepak bola. Penyedia utama Bundesliga, DAZN, telah menaikkan tarif langganannya lebih dari 200% selama beberapa tahun terakhir, kini mencapai 44,99 Euro per bulan. Meskipun mereka juga menayangkan Liga Champions, DAZN tidak menyediakan tayangan DFB Pokal. Ini berarti untuk menikmati semua kompetisi, penggemar sepak bola harus berlangganan Sport dengan biaya tambahan 34,99 Euro.

Perubahan pada Tahun 2027

Keadaan ini diprediksi akan semakin memburuk pada tahun 2027. DAZN tidak akan lagi menyiarkan pertandingan Liga Champions, yang kini menjadi hak siar Paramount Plus di Jerman. Ini akan menambah beban biaya bagi penggemar, dengan langganan Paramount Plus mencapai 12,99 Euro. Namun, tayangan final Liga Champions tidak akan tersedia di sana, karena Netflix akan menyediakannya dengan biaya berlangganan 13,99 Euro. Akibatnya, untuk menyaksikan semua pertandingan domestik dan Liga Champions, penggemar harus mengambil beberapa langganan, yang tentunya membebani anggaran mereka.

Pembajakan Menjadi Pilihan

Situasi ini membuat banyak penggemar beralih ke pembajakan sebagai alternatif untuk menonton sepak bola. Banyak yang menganggap ini sebagai cara yang lebih ekonomis dan mudah diakses.

Respon dari Pihak DFL

Steffen Merkel, Direktur Pelaksana DFL, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pembajakan digital dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Dia menyatakan, “Saya heran bagaimana beberapa orang meremehkan pembajakan digital. Pengguna live streaming ilegal tidak hanya merugikan diri mereka sendiri, tetapi juga berisiko terinfeksi malware atau penyalahgunaan kartu kredit. Setiap orang yang membicarakan receiver ilegal atau aplikasi IPTV harus menyadari risiko ini.”

DFL berkomitmen untuk memperbaiki situasi ini dengan meningkatkan investasi dalam perlindungan hak cipta. Merkel menegaskan, “Kami dapat mengendalikan hal ini lebih baik dibandingkan liga lain karena sudah bertahun-tahun kami aktif dalam perlindungan hak cipta bersama mitra media. Saat ini, kami terus mengembangkan opsi teknis dan hukum untuk melawan penyedia dan pengguna layanan ilegal.”

Baca juga: 

Sulit Adaptasi, Dortmund Tentukan Nasib Jobe Bellingham!

Statistik Pembajakan di Jerman

Asosiasi Media Swasta mencatat bahwa pembajakan TV di Jerman menyebabkan kerugian mencapai 1,8 miliar Euro setiap tahun, dengan hampir enam juta orang rutin menggunakan layanan streaming olahraga ilegal.

Penyedia layanan seharusnya menyediakan produk yang lebih baik, lebih terjangkau, dan lebih efisien untuk menekan angka pembajakan. Menghabiskan banyak dana untuk menghentikan pembajakan tanpa meningkatkan kualitas layanan adalah keputusan yang kurang bijak. Sayangnya, kondisi ini mungkin akan semakin memburuk sebelum menemukan solusi yang tepat.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Bayern Munich dan tim nasional Jerman, kunjungi episode terbaru Bavarian Podcast Works yang tersedia di berbagai platform, termasuk pemeran, Spotify, dan Apple Podcasts.

(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

3 Pemain Inter Miami Penuh Optimisme Sambut Piala Dunia!

Tiga pemain Inter Miami menunjukkan antusiasme tinggi menjelang Piala Dunia, percaya diri...

Messi, Kante, Dembele Masuk Daftar Finalis Foundation Holiday Cup!

Messi, Kante, dan Dembele terpilih sebagai finalis dalam Foundation Holiday Cup! Ketiga...

“Antony: Hubungan saya dengan Ronaldo di Man Utd—takut tapi terbuka!”

Antony mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Ronaldo di Man Utd penuh rasa takut...

Kontrak baru Nico Schlotterbeck, langkah strategis untuk Borussia Dortmund!

Borussia Dortmund memperkuat lini belakangnya dengan kontrak baru untuk Nico Schlotterbeck, sebuah...