Declan Rice Tunggu Keputusan UEFA Terkait Komentar Kontroversialnya
Declan Rice kini berada dalam situasi yang penuh ketegangan menunggu keputusan UEFA terkait komentarnya mengenai wasit Danny Makkelie. Gelandang Arsenal ini dan rekan-rekannya merasa frustrasi setelah Makkelie membatalkan keputusan penalti yang telah ia ambil saat leg pertama semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid.
Jalannya Pertandingan
Pada skor 1-1, Makkelie meninjau kembali situasi di mana Eberechi Eze dijatuhkan di kotak penalti sebanyak 13 kali di monitor pinggir lapangan sebelum membalikkan keputusannya. Rice menganggap bahwa keputusan wasit tersebut diprovokasi oleh reaksi penonton tuan rumah.
Komentar Rice
Rice mengungkapkan, “Ini adalah penalti yang jelas. Saya tidak mengerti mengapa ini tidak diberikan. Saya pikir para penonton memprovokasi keputusan tersebut dan mengubah pikiran wasit. UEFA sangat berbeda dengan Premier League. Di kedua kotak, kita harus sangat berhati-hati karena mereka mempertimbangkan segala sesuatunya.”
Investigasi UEFA
Komentar tersebut bisa berakibat serius bagi Rice, mengingat UEFA saat ini sedang melakukan investigasi yang berpotensi berujung pada larangan bermain. Ada preseden yang melibatkan Rice dan kasus-kasus lainnya dalam UEFA yang menunjukkan bahwa ia bisa menghadapi sanksi.
Setelah kekalahan West Ham di semifinal Liga Europa 2022 melawan Eintracht Frankfurt, Rice terlihat dalam video yang muncul di media sosial yang menyebut wasit Jesus Gil Manzano sebagai “korup.” Dia terdengar mengatakan, “Wasit, ini buruk sekali. Bagaimana bisa Anda seburuk ini, sungguh? Mungkin Anda sudah dibayar.” Dalam insiden itu, ia dijatuhi hukuman larangan bermain selama dua pertandingan di kompetisi UEFA.
Dampak Potensial
Proses keputusan UEFA masih belum jelas, dan belum ada kepastian apakah larangan tersebut akan berlaku untuk kompetisi musim ini. Jika benar, hal ini akan menjadi pukulan besar bagi Arsenal yang sudah menghadapi masalah di sektor tengah. Ini bisa menjadi skenario yang sangat merugikan jika Rice tidak bisa dimainkan di leg kedua atau final.
Leg kedua akan digelar di Emirates pada hari Selasa. Jika Rice dianggap sebagai pelanggar kembali, ia bisa menghadapi sanksi yang lebih berat.
Kasus serupa di masa lalu juga menghasilkan larangan. Pada tahun 2019, Neymar dijatuhi larangan tiga pertandingan (kemudian dikurangi menjadi dua) setelah mengkritik wasit VAR di media sosial usai Paris Saint-Germain kalah dari Manchester United di Liga Champions. Sementara itu, Serge Aurier juga dijatuhi larangan tiga pertandingan setelah menyebut wasit dengan kata-kata kasar usai pertandingan melawan Chelsea di Liga Champions pada tahun 2015.
UEFA akan mengevaluasi laporan Makkelie sebelum mengambil keputusan apakah komentar Rice meragukan integritas wasit. Situasi ini menjadi penting bagi Arsenal dan berharap Rice bisa segera kembali ke performa terbaiknya di laga-laga penting mendatang.
(LC/GN)
sumber : www.mirror.co.uk
Leave a comment