Musim Offseason yang Tak Pasti untuk Golden State Warriors
Golden State Warriors memasuki offseason yang paling tidak pasti dalam era Stephen Curry. Tim ini berada dalam situasi sulit, di mana mereka harus memilih antara mengandalkan inti lama yang terdiri dari Curry, Draymond Green, dan Jimmy Butler atau membangun masa depan.
Inti tim saat ini merupakan salah satu yang tertua di NBA, sementara tim-tim yang berlaga di playoff memilikinya para pemain muda atau yang berada di puncak karir mereka.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tim lain di NBA saat ini lebih muda, lebih cepat, dan lebih baik dibandingkan Golden State, yang berujung pada kekalahan di play-in-game melawan Phoenix yang mengakhiri musim mereka.
Apakah Steve Kerr Pelatih yang Tepat untuk Masa Depan Warriors?
Steve Kerr saat ini tidak memiliki kontrak dengan Warriors dan sedang mempertimbangkan apakah akan tetap atau pergi. Terdapat spekulasi di kalangan pengamat tim mengenai kapan Kerr akan mengambil keputusan, sementara ia tampak terbagi antara pilihannya.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pihak manajemen telah melakukan pertemuan baru-baru ini, namun tidak ada tekanan untuk segera mengambil keputusan. Jika Kerr benar-benar ingin pergi, seharusnya ia tidak menunggu begitu lama untuk mengambil keputusan dan melakukan beberapa pertemuan dengan manajemen.
Organisasi dilaporkan akan melakukan pertemuan kembali setelah Kerr kembali dari rencana perjalanan golfnya. Semakin lama Kerr menunda keputusannya, semakin kecil kemungkinan ia untuk berpindah. Namun, masalah keselarasan dalam organisasi masih menjadi tantangan tersendiri.
Kesesuaian Adalah Segalanya untuk Warriors
Monte Poole dari NBC Sports Bay Area menyebutkan bahwa Kerr menunjukkan indikasi untuk kembali, tetapi ia menginginkan keselarasan dalam organisasi. Para bintang Warriors, yaitu Curry, Green, dan Butler, telah menyatakan keinginan mereka agar Kerr tetap sebagai pelatih. Namun, tampaknya ada ketidaksesuaian antara Kerr dan pemilik tim.
Pemain ingin Kerr kembali, dan Kerr sendiri menyatakan tidak ingin meninggalkan Curry. Hal ini mengisyaratkan adanya masalah keselarasan dengan pihak pemilik dan manajemen. Meskipun Kerr merupakan pelatih dengan gaji tertinggi di NBA, ada kemungkinan pemilik meminta pemotongan gaji atau perubahan pada filosofi serangannya.
Kerr juga dilaporkan ingin lebih dilibatkan dalam pembangunan roster dan proses draft, tetapi ia tidak ingin dibatasi oleh pemilik saat membahas pandangan politiknya. Negosiasi ini tidaklah sederhana untuk semua pihak. Namun, tampaknya semua pihak berkomitmen untuk tetap bersama, terlihat dari banyaknya pertemuan yang telah dilakukan.
Dengan semua spekulasi dan ketidakpastian yang ada, sepertinya tidak ada pelatih lain, baik di dalam maupun di luar organisasi, yang lebih cocok untuk membawa Warriors keluar dari era Curry. Dari kemampuannya dalam mengelola ego pemain, pengetahuannya yang luas tentang permainan, serta kedekatannya dengan organisasi, Kerr masih menjadi satu-satunya pilihan logis untuk melanjutkan kepemimpinan di Golden State.
(BA/GN)
sumber : www.yardbarker.com
Leave a comment