Spurs Kembali ke Jalur Kemenangan Setelah Menang Melawan Villa
Apakah ini saatnya Tottenham Hotspur bangkit dari masa sulit? Di tengah akhir pekan ini, dengan posisi terperosok di zona degradasi, hasil pertandingan yang mungkin krusial membuat mereka kini keluar dari tiga terbawah.
Kemenangan atas Aston Villa, ditambah kekalahan West Ham United di tangan Brentford, tentunya akan mengembalikan kepercayaan diri pelatih Roberto De Zerbi, pemain, dan para penggemar klub dalam usaha mereka mempertahankan status di Liga Premier.
Performa Menawan Spurs
Dua gol di babak pertama dari Conor Gallagher dan Richarlison memastikan kemenangan ini, sementara suara boo terdengar dari para pendukung tuan rumah di Villa Park. Meskipun Aston Villa tampil buruk, gol penyelamat dari Emi Buendia di penghujung laga tak bisa menggugah suasana hati para pendukung.
Sangat banyak yang bisa dianalisis setelah pertandingan ini. Jack Pitt-Brooke dan Jacob Tanswell mengeksplorasi beberapa poin penting.
Apakah Dampak De Zerbi Terasa?
Terakhir kali Tottenham berhasil memenangkan dua laga Liga Premier berturut-turut adalah di dua pertandingan awal musim ini. Dalam kurun waktu itu, segalanya menjadi jauh lebih kompleks, tetapi pencapaian De Zerbi dalam beberapa pekan terakhir sangat berarti.
Ketika De Zerbi tiba sebulan lalu, Spurs belum pernah menang di liga sejak bulan Desember. Performa mereka memancarkan kurangnya kepercayaan diri, dan hal itulah yang coba diatasi De Zerbi. Setelah kehilangan laga pertama di Sunderland, Spurs meningkat pesat dan hanya membutuhkan gol penyama di menit terakhir untuk meraih hasil imbang melawan Brighton & Hove Albion.
Melawan Wolverhampton Wanderers, mereka meraih kemenangan 1-0 dan kemudian melanjutkan dengan sukses di Villa Park. Semangat, keberanian, dan organisasi tim pada laga ini menunjukkan salah satu penampilan terbaik Spurs di musim ini, meskipun Villa berada dalam kondisi kurang baik. Dengan hasil ini, Spurs kini menduduki peringkat 17, unggul satu poin dari West Ham dengan tiga pertandingan tersisa.
Apa yang Terjadi pada Villa?
Suara boo sering terdengar di babak pertama, menunjukkan kekecewaan penggemar yang mulai jenuh dengan performa tim. Unai Emery melakukan tujuh perubahan pada susunan pemain dibandingkan dengan leg pertama semifinal Liga Europa melawan Nottingham Forest, menunjukkan fokusnya di sana.
Berdasarkan penampilan, Villa tampil sangat tidak terkoordinasi dengan minimnya intensitas, yang terlihat jelas dari kekurangan tekanan kepada Gallagher saat mencetak gol pertama Spurs. Dengan skor 0-2 di babak pertama, tim tamu seharusnya lebih bersyukur, karena Villa tampak lesu dan tanpa inspirasi.
Para fans frustrasi melihat permainan lamban Villa, yang hanya melakukan satu sentuhan di area kotak lawan dan tanpa tembakan dalam empat puluh lima menit pertama. Dari 36 menit permainan, hampir setengah dari total operan Villa dilakukan oleh dua bek tengah, Victor Lindelof dan Tyrone Mings.
Secara keseluruhan, Villa hanya mendapatkan 19 poin dari 16 pertandingan pada tahun 2026, menegaskan kekurangan performa tim. Ini hanya memperburuk situasi mereka menjelang laga leg kedua melawan Forest pada hari Kamis.
Apakah Trio Penyerang Spurs Membuat Perbedaan?
Banyak penggemar Spurs yang khawatir dengan kualitas lini serang mereka sebelum pertandingan ini. Dengan cedera yang dialami Xavi Simons dan Dominic Solanke, De Zerbi terpaksa mengandalkan tiga penyerang yang ada: Richarlison, Mathys Tel, dan Randal Kolo Muani. Meskipun dalam kondisi tidak prima, semua berlari keras, menekan Villa, dan menciptakan peluang.
Gallagher mencetak gol pertama, sementara gol kedua berasal dari umpan silang Tel yang sempurna, memungkinkan Richarlison untuk mencetak gol dengan sundulan. Sebenarnya, Spurs seharusnya dapat mencetak lebih banyak gol. Tel dan Kolo Muani memang tidak sempurna, tetapi mereka menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya, dengan Kolo Muani tampil sebagai yang terbaik dalam karirnya sejauh ini.
Ke Berita Selanjutnya untuk Villa
Kekalahan ini menjadi yang ketiga berturut-turut untuk Villa, meningkatkan tekanan menjelang laga melawan Forest yang dianggap sebagai pertandingan krusial di era Emery. Villa mengalami kesulitan dalam menghadapi pertahanan lawan. Para pemain tampak bingung dan kurang percaya diri di depan pendukung yang menuntut lebih banyak.
Direktur operasi sepak bola, Damian Vidagany, menyebut laga Kamis nanti sebagai “pertandingan terpenting dalam hidup kami”, menyoroti pentingnya laga ini setelah penampilan buruk melawan Spurs.
Atmosfer di Villa Park mendukung untuk kemenangan, tetapi jika tidak segera berbenah, tekanan akan semakin meningkat.
Pernyataan Emery dan De Zerbi
Emery mengomentari: “Kami mengalami kekalahan Kamis lalu dan sebelumnya melawan Fulham. Kami menganalisis banyak hal terkait susunan pemain. Terkadang pemain tidak bisa memberikan performa terbaik, tetapi saya sangat bangga dengan mereka dan apa yang sudah kami lakukan di musim ini.”
Sementara itu, De Zerbi berpendapat: “Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol, dan tidak memberi lawan kesempatan. Kami tampil solid dan harus terus berfokus pada pertandingan berikutnya. Musim ini belum berakhir dan kami masih harus bekerja keras.”
Jadwal Berikutnya
Tottenham Hotspur
Senin, 11 Mei: Leeds (Tandang), Liga Premier, pukul 20.00 WIB.
Aston Villa
Kamis, 7 Mei: Nottingham Forest (Kandang), Semi-final Liga Europa, pukul 20.00 WIB.
Dengan hasil ini, masa depan kedua tim semakin menarik. Spurs perlahan menanjak keluar dari zona merah, sementara Villa harus segera memperbaiki performa jelang pertandingan penting di kompetisi Eropa.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment