Home Sepakbola Spanyol LaLiga Musim Terburuk Real Madrid di Abad 21: Peringkatnya!
LaLiga

Musim Terburuk Real Madrid di Abad 21: Peringkatnya!

Share
Musim Terburuk Real Madrid di Abad 21: Peringkatnya!
Share

Real Madrid Hadapi Tantangan Besar Setelah Dua Musim Tanpa Gelar

Real Madrid adalah klub dengan tradisi juara yang kuat, sehingga dua musim tanpa meraih trofi besar terasa sangat berat. Saat pencapaian mereka sangat sering terjadi, kegagalan menghasilkan gelar kini terasa semakin menyakitkan.

Menatap Realitas Baru

Saat ini, La Liga hampir pasti akan dimenangkan oleh Barcelona, menjadikan Los Blancos berpotensi mengalami kekosongan trofi yang langka.

Kekacauan di Bernabéu

Álvaro Arbeloa, yang sebelumnya tidak sejalan dengan metode Xabi Alonso, belum bisa membawa perubahan di Bernabéu. Madrid kesulitan menemukan identitas dan dorongan di lapangan setelah ditinggal Carlo Ancelotti, sementara para rival mereka melangkah jauh ke depan.

Musim yang Penuh Tantangan

Tahun ini menjadi waktu yang penuh tantangan bagi Florentino Pérez, yang harus menghadapi salah satu periode terberat dalam masa kepresidenannya.

Membandingkan Musim Buruk

Bagaimana musim ini dibandingkan dengan tahun-tahun sulit sebelumnya? Berikut adalah beberapa musim terburuk Real Madrid sejak awal 2000-an:

2018-19

Musim penuh kekacauan bagi Real Madrid saat mereka mengganti tiga pelatih (Julen Lopetegui, Santiago Solari, Zinedine Zidane) dan berjuang menghadapi kehidupan tanpa Cristiano Ronaldo. Kekalahan 4-1 di kandang dari Ajax di babak 16 besar Liga Champions menjadi salah satu momen berat. Di liga, Madrid harus rela finis di urutan ketiga, terpaut 19 poin dari Barcelona.

2008-09

Musim ini seakan menjadi bencana bagi Madrid yang terseok-seok. Pelatih Juande Ramos dihampiri tantangan besar, termasuk kekalahan memalukan 6-2 dalam pertandingan Clásico. Selain itu, mereka juga tersingkir dari kompetisi Eropa dan Copa del Rey.

2005-06

Di bawah arahan Vanderlei Luxemburgo, Madrid gagal total di semua kompetisi. Kekalahan memalukan dari Zaragoza di Copa del Rey menjadi simbol kegagalan musim tersebut.

Baca juga:  Marcus Rashford: Sempat 'Bintang Barca', Kini Mandek di Eropa?

2009-10

Musim ini mengukuhkan bahwa meskipun Madrid meraih 96 poin di La Liga, kegagalan di Copa del Rey dan Liga Champions membuat mereka tidak mendapatkan trofi. Saat itu, Madrid harus menerima posisi kedua di liga setelah Barcelona.

2024-25

Berdasarkan tren saat ini, musim ini kemungkinan akan menjadi salah satu yang sulit bagi Madrid, terutama jika mereka tidak menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi di lapangan.

Siklus Perubahan yang Diperlukan

Menyusul musim yang mengecewakan, para pemimpin klub mulai merencanakan masa depan. Ada keinginan untuk membawa pemain-pemain baru serta menghadirkan metode pelatihan yang lebih efektif guna mengembalikan kejayaan klub.

Dalam konteks sepak bola Eropa, Madrid kini menghadapi tantangan untuk membangun kembali tim yang kompetitif di tengah ambisi rival-rivalnya yang semakin meningkat. Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan mendatang akan sangat krusial.

(SA/GN)
sumber : www.si.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Apa yang bisa Barcelona pelajari dari kesulitan Spanyol melawan Cape Verde?

Barcelona dapat merenungkan strategi tim ketika menghadapi lawan yang underdog, seperti Cape...

Apakah Bayern tak berdaya? Olise jadi kunci transfer ke Real Madrid.

Bayern Munich menghadapi tantangan besar saat Olise, bintang muda, menjadi kunci transfer...

Real Madrid kini terbuka untuk jual pemain incaran Arsenal.

Real Madrid kini bersedia menjual pemain yang menjadi incaran Arsenal, memberikan kesempatan...

Sevilla geser untuk amankan Joselu Mato di tengah persaingan LaLiga.

Sevilla berusaha mengamankan Joselu Mato di tengah ketatnya persaingan LaLiga, menunjukkan komitmen...