Fiorentina Tak Berdaya, Roma Amankan Kemenangan
Paolo Vanoli memilih Marco Brescianini di lini tengah dan mempertahankan Albert Guðmundsson di lini depan tanpa kehadiran Moise Kean dan Roberto Piccoli. Sementara itu, Gian Piero Gasperini menurunkan susunan pemain yang diharapkan, dengan Paulo Dybala hanya ada di bangku cadangan dan Nicolò Pisilli menggantikannya. Berita penting datang dari Cremona saat gol telat Tijjani Noslin memastikan Lazio meraih kemenangan 2-1; satu-satunya cara Fiorentina terdegradasi sekarang adalah jika mereka gagal mengumpulkan poin lagi dan Cremonese menang di sisa pertandingan. Hal pertama mungkin terjadi, tetapi yang kedua tampaknya tidak mungkin.
Jalannya Pertandingan
Fiorentina, yang bebas dari ancaman degradasi, memiliki dua pilihan: bermain lepas dan menciptakan masalah, atau sudah bersiap untuk liburan. Awalnya, tampaknya mereka memilih yang pertama. Tim Vanoli mengontrol permainan pada 10 menit pertama, meraih sudut hampir segera dan mendominasi permainan di setengah lapangan Roma. Namun, setelah 13 menit, Giallorossi menutup ruang gerak, dengan Donyell Malen menghancurkan tiang gawang setelah percobaan yang terdefleksi. Dari sudut berikutnya, Gianluca Mancini mencetak gol dengan sundulan di tiang dekat.
Situasi semakin memburuk. Hanya butuh waktu 4 menit bagi tuan rumah untuk menggandakan keunggulan mereka. Robin Gosens menggiring bola di sayap, sementara pertahanan Fiorentina tampak berantakan. Wesley akhirnya menambah gol setelah kerja sama yang bagus.
Tidak ada respons berarti dari Fiorentina, selain ekspresi kecewa pemain yang tampak kehilangan semangat. David de Gea melakukan penyelamatan bagus atas tembakan Malen. Fiorentina memiliki beberapa peluang, tetapi tidak ada yang berujung pada gol. Ketika Mario Hermoso menambah gol ketiga setelah kesalahan pertahanan, kembali terasa bahwa nasib buruk telah menimpa mereka.
Wasit Luca Zufferli yang meniup peluit tanda akhir babak pertama seakan menandakan akhir permainan, karena Fiorentina sudah tertinggal berat setengah jam sebelumnya.
Perubahan di Babak Kedua
Vanoli melakukan pergantian di babak kedua, menarik Marin Pongračić, Albert Guðmundsson, dan Jack Harrison, serta memperkenalkan Pietro Comuzzo, Fabiano Parisi (yang kembali setelah absen sejak Maret), dan Riccardo Braschi sebagai talenta muda. Braschi hampir memberikan harapan baru dengan percobaan berbahaya yang masih membentur tiang. Fiorentina terlihat sedikit lebih bergairah, tetapi Giallorossi jelas lebih superior. Malen menciptakan peluang baru, tetapi hasil akhir tetap tidak berubah. Pisilli melakukan header yang mengubah skor menjadi 4-1 setelah umpan dari Malen.
Itulah akhir pertandingan. Fiorentina tampil buruk, seakan-akan berada di titik terendah. Tim ini kini terpuruk dibandingkan dengan era Stefano Pioli, Paulo Sousa, Vincenzo Montella, atau Delio Rossi. Hari yang sungguh menyedihkan bagi pendukung mereka.
Statistik dan Kartu
Gol:
- Mancini 13’ (assist Pisilli)
- Wesley 17’ (assist Hermoso)
- Hermoso 34’ (assist Koné)
- Pisilli 59’ (assist Malen)
Kartu:
- Hermoso 48’, El Sharaawy 90’+2;
- Pongračić 25’, Parisi 67’;
Dampak dan Harapan ke Depan
Fiorentina masih memiliki 3 pertandingan sisa: melawan Genoa, di Juventus, dan menjamu Atalanta. Poin melawan Grifoni di pekan depan akan memastikan kelangsungan mereka di liga, meskipun hasil dari Cremonese melawan Pisa, Udinese, atau Como juga bisa menentukan nasib mereka. Dengan penampilan saat ini, mereka tampaknya kesulitan meraih hasil positif melawan tim-tim yang lebih baik.
Di tengah situasi yang sulit ini, harapan masih ada bagi Fiorentina. Namun, penampilan mereka harus banyak diperbaiki segera agar tidak terjerumus lebih dalam di liga.
(SA/GN)
sumber : www.violanation.com
Leave a comment