Home Sepakbola Liga Lainnya Air Mata Seorang Raja: Ketidakpastian Tanpa Mahkota
Liga Lainnya

Air Mata Seorang Raja: Ketidakpastian Tanpa Mahkota

Share
Air Mata Seorang Raja: Ketidakpastian Tanpa Mahkota
Share

Ronaldo dan Momen Tak Terlupakan di Piala Dunia 2022

Saat itu sudah larut malam di Stadion Al Thumama. Di tengah riuhnya perayaan warna hijau dan merah Maroko, Cristiano Ronaldo berjalan sendirian menuju kegelapan, meninggalkan semua sorotan, panas, dan gemuruh.

Di frame terakhir yang tertangkap kamera, ia terlihat menutup wajahnya dengan tangan, meneteskan air mata. Ini bukan sekadar kekalahan bagi seorang atlet; ini adalah momen di mana seorang legenda memegangi impian besarnya yang mungkin harus diakhiri.

Pengantar ke Piala Dunia 2022

Belakangan ini, suasana ruang ganti Manchester United menjadi sorotan saat Ronaldo melancarkan kritik tajam terhadap klub, manajer Erik ten Hag, dan struktur organisasi klub. Segera setelahnya, kontraknya diputus, memaksanya meninggalkan salah satu klub terbesar di dunia, dalam keadaan sendirian dan dikelilingi kontroversi.

Masuknya Ronaldo ke Piala Dunia 2022 tidaklah mudah. Ia membawa beban berat dari keretakan hubungan klub dan realitas usia yang semakin mendekat. Di usia 37 tahun, tantangan semakin besar. Mampukah ia memberikan yang terbaik dari yang tersisa?

Kejayaan dan Kesedihan di Lapangan

Di pertandingan penyisihan grup melawan Ghana, Ronaldo mencetak gol dari titik penalti, menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia. Namun, dari tatapan matanya, terasa ada perbedaan—api semangatnya seolah lebih putus asa.

Di babak knockout melawan Swiss, pelatih Fernando Santos memutuskan untuk menurunkan Goncalo Ramos, yang mencetak hattrick dan membawa Portugal menang 6-1. Ronaldo, yang menyaksikan dari bangku cadangan, tidak dapat menyembunyikan kekosongan di wajahnya. Timnya menang, namun ia tak berpartisipasi, mengubahnya dari bintang lapangan menjadi sekadar penonton.

Selama karirnya, Ronaldo dipandang sebagai sosok yang tak tergantikan bagi Portugal. Namun, di Piala Dunia 2022, ketangguhannya mulai terlihat retak. Dalam perempat final melawan Maroko, Ronaldo kembali duduk di bangku cadangan. Meski ia masuk di babak kedua, momentum sudah berpihak pada Maroko, dan ia terlihat kesulitan mengejar bola.

Baca juga:  Piers Morgan vs. John Terry: "Messi Bukan Pemain Argentina Terbaik!"

Akhir yang Menghentak

Setelah peluit akhir dibunyikan, perjalanan Ronaldo menuju terowongan adalah sebuah penerimaan yang pahit. Di dalam, ia terisak, dengan tangan menempel di dada—menandakan momen kehilangan yang mendalam. Gambaran seorang pria yang tampak kuat dan tak tergoyahkan, kini memperlihatkan sisi yang rapuh.

Piala Dunia, trofi yang ia kejar seumur hidup, sepertinya akan tetap menjadi mimpi. Momen ini diingat oleh dunia, sama seperti Roberto Baggio yang tertunduk setelah gagal mengeksekusi penalti di final Piala Dunia 1994. Wajah Ronaldo yang penuh air mata di Al Thumama kini menjadi simbol perjuangan.

Menuju Piala Dunia 2026

Meskipun tanpa trofi, sejarah akan tetap mencatat perjuangan Ronaldo. Keberanian dan semangatnya untuk terus berjuang meskipun gagal adalah hal yang lebih berharga daripada sekadar gelar.

Piala Dunia FIFA 2026 sudah semakin dekat, dan Ronaldo dijadwalkan untuk kembali beraksi. Pada usia 41 tahun, ia akan mengenakan seragam merah-hijau Portugal di stadion-stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, membawa mimpi yang tak pernah ia tinggalkan.

Mungkin kali ini akan berbeda. Namun, selama Ronaldo bermain, peluang selalu ada. Itulah kekuatan dari seorang pesepakbola legendaris ini.

(SA/GN)
sumber : www.thedailystar.net

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Transfer El Mala dari Dortmund Bikin Kepala Buzzer di Köln Bergetar!

Transfer El Mala dari Dortmund mengguncang dunia sepak bola Jerman, membuat para...

Harry Kane pilih jadi Giroud daripada samai Messi & Mbappe!

Harry Kane mengungkapkan bahwa ia lebih memilih menjadi Olivier Giroud daripada menyamai...

Portugal tetap fokus meski kritik terhadap Ronaldo ramai di Piala Dunia.

Meski mendapatkan kritik tajam terkait performanya, Ronaldo dan tim Portugal tetap menunjukkan...

Roberto Martinez jadi pelatih Al-Nassr, kemungkinan reuni dengan Cristiano Ronaldo!

Roberto Martinez resmi menjadi pelatih Al-Nassr, membuka peluang reuni dengan Cristiano Ronaldo....