PSG Siap Hadapi Bayern di Leg Kedua Semifinal Liga Champions
Setelah pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munich yang mengesankan pekan lalu, pelatih Luis Enrique dan Vincent Kompany berjanji akan menyajikan pertandingan yang sama menariknya di leg kedua. Dengan skor agregat masih ketat, meskipun Bayern tertinggal satu gol, mereka memiliki keuntungan bermain di kandang.
Bayern Tak Terkalahkan di Kandang
Baik Enrique maupun Kompany hanya melakukan satu perubahan pada susunan awal mereka. Kedua tim memiliki rekam jejak identik dengan empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Bayern mencetak 20 gol dan hanya kebobolan enam gol di laga kandang Liga Champions 2025/26, semuanya dimenangkan. Tim Bundesliga ini juga belum terkalahkan dalam sembilan laga kandang di semua kompetisi sebelum pertandingan ini.
PSG, di sisi lain, meraih lima kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dalam laga tandang Liga Champions mereka dan sedang dalam rentetan enam kemenangan berturut-turut di semua kompetisi.
Jalannya Pertandingan
Seperti yang dijanjikan, kedua tim bermain menyerang sejak peluit dibunyikan. Ousmane Dembele membuka gol hanya tiga menit setelah kick-off, berkat assist tepat dari Khvicha Kvaratskhelia, yang merupakan assist keenamnya di kompetisi ini. Strategi permainan PSG terlihat jelas, tidak memberi kesempatan kepada pemain Bayern untuk nyaman dengan bola, meskipun para pemain Bayern tetap tenang dan memiliki enam pemain yang masih mencatatkan akurasi umpan 100% saat pertandingan berjalan.
Setelah sepuluh menit bermain, Bayern bahkan belum mencatatkan satu sentuhan pun di kotak penalti PSG, tetapi pergerakan mereka, baik dengan maupun tanpa bola, sangat luar biasa.
Peningkatan Pengaruh Olise
Kartu kuning awal untuk Nuno Mendes membuat Michael Olise dapat berlari dengan cepat menuju bek kiri, dan pengaruhnya dalam pertandingan semakin meningkat. Dalam 15 menit pertama, ia mencoba lima duel satu lawan satu dan memenangkan tiga di antaranya, menjadi yang terbaik di lapangan pada saat itu. Bayern baru mendapat peluang nyata untuk menyamakan kedudukan setelah Mendes mementahkan usaha Olise dengan tekel yang brilian.
Kane Kesulitan Menyentuh Bola
Pemain berpengalaman Harry Kane kesulitan untuk mendapatkan bola, hanya mencatat dua umpan akurat dengan akurasi 25%, yang merupakan yang terburuk di antara semua pemain di lapangan. Kompany mungkin akan lebih khawatir dengan fakta bahwa seluruh timnya hanya melakukan satu tekel dalam 25 menit pertama, sementara PSG terus melancarkan serangan tanpa henti.
Kekecewaan Bayern
Menjelang akhir babak pertama, Bayern mencatat 12 clearance dan merasa frustrasi. Meskipun mereka memiliki 28 kali masuk ke area pertahanan lawan, PSG mampu mempertahankan keunggulan. Luis Diaz dan Olise menjadi pemain paling aktif di lini depan Bayern, namun beberapa umpan mereka tidak akurat, dan Musiala menjadi satu-satunya yang membuat usaha tepat sasaran di menit 44, namun berhasil ditahan oleh Matvey Safonov.
PSG Tangguh di Pertahanan
Jika ada gol di babak kedua, itu bisa mengakhiri pertandingan jika PSG mencetaknya atau memberi harapan baru bagi Bayern untuk tetap berjuang. Sebuah serangan dari Bayern meningkat, tetapi mereka masih menemui kesulitan menemukan jalan ke pertahanan PSG yang rapat.
Kesempatan Bayern Menipis
Dengan waktu berjalan dan Bayern berjuang untuk kembali ke dalam pertandingan, mereka tetap memimpin dalam jumlah tembakan, touches di kotak penalti, dan penguasaan bola. Namun, mereka tetap tertinggal dua gol secara agregat.
Neuer kembali menyelamatkan Bayern dengan menyelamatkan tembakan dari Doue, menambah catatan penyelamatannya di pertandingan ini. PSG terus memenangkan bola kedua, membuat suasana di Allianz Arena menjadi lebih tenang seiring Bayern gagal membongkar pertahanan PSG.
Pemain Unggulan Kvaratskhelia
Kvaratskhelia tampil mengesankan dan hampir mengakhiri pertandingan dengan golnya, sementara Doue juga memiliki peluang yang sayangnya tidak membuahkan hasil. Bayern terus berusaha menyerang di akhir pertandingan, namun PSG yang terlihat lebih berbahaya.
Kane akhirnya mencetak gol hiburan di masa injury time—gol ke-14nya di kompetisi ini—namun itu sudah terlambat. PSG kini berpeluang untuk mengulang sukses mereka tahun lalu, dan akan menghadapi Arsenal yang ingin merebut gelar Liga Champions untuk pertama kalinya.
(LC/GN)
sumber : www.flashscore.com
Leave a comment