Lakers Terpuruk di Game 2, Thunder Memimpin 2-0
OKLAHOMA CITY – Ketika waktu menunjukkan 10:34 di kuarter ketiga pertandingan kedua antara Los Angeles Lakers dan Oklahoma City Thunder, wasit Mark Lindsay meniup peluit saat Austin Reaves terjatuh dengan kesakitan. Cedera Reaves kembali menjadi perhatian, mengingat sebelumnya ia dan All-Star Luka Dončić mengalami cedera di tempat yang sama, melawan tim yang sama, lima minggu lalu.
Jalannya Pertandingan
Reaves akhirnya bangkit dan menyelesai pertandingan dengan mencetak 31 poin, performa terbaiknya di playoff. Namun, momen kritis itu lebih menyakitkan bagi Thunder ketika Shai Gilgeous-Alexander menarik lengan Reaves saat berebut posisi, mengakibatkan foulnya yang keempat. Pada malam itu, Gilgeous-Alexander hanya mencetak empat poin setelah sebelumnya mengalami penurunan performa.
Setelah memeriksa insiden tersebut, wasit menyatakan foulnya adalah flagrant, dan Lakers mendapatkan tiga free throw dari Reaves, yang semuanya berhasil dimasukkan, membawa Lakers terpaut 66-61. Karena foulnya, Gilgeous-Alexander harus duduk di bangku cadangan hingga kuarter ketiga berakhir.
Namun, Lakers tidak bisa memanfaatkan momen ini. Thunder justru mendominasi dan unggul 18 poin dalam 10 menit terakhir kuarter ketiga. Mereka akhirnya memenangkan pertandingan dengan selisih 18 poin, 125-107, untuk mengambil keunggulan 2-0 di semifinal Wilayah Barat. Ini menjadi pertama kalinya Thunder memimpin 2-0 dalam babak ini sejak mengalahkan Lakers di playoff 2012.
Reaksi Pemain
Setelah pertandingan, Lakers mengadakan pertemuan dengan para wasit untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap pengaturan permainan. Pelatih Lakers, JJ Redick, menyoroti betapa sulitnya menghadapi Thunder yang dianggap tidak banyak melakukan pelanggaran.
Pemain forward Lakers, Rui Hachimura, menyampaikan bahwa timnya harus meningkatkan intensitas, terutama saat Gilgeous-Alexander tidak berada di lapangan. “Ketika dia duduk, kami sepertinya sedikit santai,” ujarnya. “Kami harus tetap fokus dan tidak melakukan kesalahan kecil.”
Pada pertandingan pertama, Lakers berhasil menekan Gilgeous-Alexander hingga menghasilkan tujuh turnover. Namun, pada Game 2, foulnya mengurangi dampaknya, tetapi Thunder tetap menunjukkan ketangguhan dan mampu menghasilkan poin lebih baik saat Gilgeous-Alexander tidak ada di lapangan.
Statistik Menarik
Jared McCain dari Thunder tampil gemilang, mencetak 18 poin, dengan 13 di antaranya datang setelah jeda. Di sisi lain, bangku cadangan Lakers hanya mampu menyumbang enam poin di babak kedua. McCain berhasil melepaskan delapan tembakan 3 angka dalam seri ini, dua kali lipat dari yang mampu dihasilkan oleh cadangan Lakers, meski mereka memiliki pemain tembakan andal, Luke Kennard.
Konteks dan Dampak
Dengan permainan yang akan berlanjut pada hari Sabtu di Los Angeles, Lakers memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan tampil lebih baik. Fans juga memiliki peran penting dengan dukungan yang diharapkan akan memberikan energi positif. Kennard mengingatkan agar tim tetap tenang dan fokus, tanpa terpengaruh oleh keputusan wasit atau kesalahan di lapangan. “Kami perlu menjaga komitmen dan siap setiap saat,” ujarnya.
Dengan situasi yang kian sulit, Lakers perlu bangkit demi menjaga peluang di semifinal ini. Sementara itu, Thunder menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment