Sri Lanka Cricket Batalkan Syarat Pengikut Media Sosial untuk Liga Premier Lanka
Sri Lanka Cricket telah memutuskan untuk menghapus syarat kontroversial mengenai jumlah pengikut media sosial bagi pemain kategori Icon dan Star yang berpartisipasi dalam musim keenam Liga Premier Lanka setelah menerima kritik dari komunitas kriket.
Pembaruan Syarat Pendaftaran Pemain
Dalam panduan pendaftaran dan draft pemain LPL Season 6 yang diperbarui, semua referensi mengenai jumlah minimum pengikut media sosial untuk kategori pemain telah dihapus. Versi terbaru ini diterbitkan pada 9 Mei 2026.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung dari 10 Juli hingga 5 Agustus tersebut sebelumnya mewajibkan pemain luar negeri yang ingin masuk ke kategori Icon untuk memenuhi beberapa kriteria, termasuk telah tampil di setidaknya 75 T20 Internasional, bermain lebih dari 100 pertandingan franchise T20, dan mengikuti minimal 30 pertandingan dalam 18 bulan terakhir. Syarat tambahan juga menerapkan keharusan memiliki lebih dari 250.000 pengikut di media sosial.
Kategori Star Juga Terpengaruh
Syarat yang sama tentang jumlah pengikut media sosial juga berlaku untuk kategori Star. Pemain dari kategori ini harus memiliki pengalaman serupa, yakni tampil di minimal 50 T20 Internasional, bermain lebih dari 100 pertandingan franchise T20, serta berpartisipasi dalam setidaknya 30 pertandingan dalam periode yang sama, sambil juga memenuhi syarat pengikut media sosial.
NO FOLLOWERS, NO ENTRY IN LPL.
Pemain harus memiliki lebih dari 250k pengikut media sosial untuk mendaftar di Liga Premier Lanka 2026.
Tanggapan terhadap Kebijakan Baru
Banyak pihak mengkritik langkah ini, dengan menyoroti kontradiksi di dalamnya. Sri Lanka Cricket sebelumnya mendorong pemain nasional untuk membatasi penggunaan media sosial dan fokus pada performa mereka, tetapi regulasi Liga Premier Lanka nampak mengutamakan pemain berdasarkan popularitas digital.
Keputusan ini memicu perdebatan luas di media sosial, di mana banyak yang berpendapat bahwa kategori pemain dalam turnamen T20 paling bergengsi di Sri Lanka harus ditentukan berdasarkan prestasi kriket, bukan popularitas di dunia maya.
Kewajiban Promosi Masih Berlaku
Meskipun syarat pengikut media sosial telah dicabut, regulasi yang diperbarui tetap menekankan tanggung jawab promosi yang signifikan. Ini termasuk kewajiban untuk aktif di media sosial, program keterlibatan penggemar, dan kehadiran dalam kegiatan promosi terkait turnamen.
Kesimpulan
Keputusan ini dapat berdampak pada dinamika persaingan dalam Liga Premier Lanka, sementara fokus perhatian kembali pada prestasi di lapangan. Dengan dihapusnya syarat pengikut media sosial, diharapkan para pemain dapat lebih menekankan kinerja mereka tanpa tekanan dari aspek digital.
Artikel ini dipublikasikan pada: 9 Mei 2026, 16:58 WIB.
(PL/GN)
sumber : www.indiatoday.in
Leave a comment