AC Milan Terjatuh, Como Raih Kualifikasi Eropa Pertama
AC Milan mengalami kemunduran dalam usaha mereka untuk kembali ke Liga Champions setelah kalah 3-2 dari Atalanta di San Siro. Sementara itu, Como berhasil mengamankan kualifikasi ke Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan di San Siro berakhir dikelilingi oleh suara boo dari para pendukung tuan rumah, banyak dari lebih 70.000 penonton yang meninggalkan stadion sebelum laga berakhir. Sebelum pergi, beberapa pendukung hardcore mengarahkan sorakan kepada pemilik klub, RedBird, sebuah dana investasi asal Amerika.
Atalanta unggul tiga gol pada menit ke-51 lewat gol Ederson, Davide Zappacosta, dan Giacomo Raspadori. Milan baru mampu menjawab pada menit-menit akhir, ketika Strahinja Pavlovic mencetak gol pada menit ke-88 dan Christoper Nkunku mengeksekusi penalti di masa injury time. Namun, gol-gol tersebut tidak menutupi buruknya penampilan Milan.
“Tanggung jawab ada pada saya. Saya yang memimpin pemain. Kami memiliki laga sulit melawan Genoa pekan depan dan harus berusaha untuk menang,” kata pelatih Massimiliano Allegri.
Milan kini berada di posisi empat besar Serie A, tetapi dalam kondisi yang sangat menyulitkan. Mereka imbang dengan Roma di posisi lima, masing-masing mengoleksi 67 poin, dan sejak menang melawan Inter Milan dua bulan lalu, mereka hanya mengumpulkan tujuh poin dari enam pertandingan.
Como Raih Eropa untuk Pertama Kalinya
Dalam laga lain, Como memastikan diri mendapat tempat di Conference League setelah menang 1-0 atas Verona yang terdegradasi. Gol tunggal dicetak oleh Tasos Douvikas pada menit ke-71, mengamankan Eropa bagi klub yang baru dipromosikan ke Serie A pada tahun 2024.
Como saat ini berada di posisi keenam, hanya tertinggal dua poin dari Milan, dan masih memiliki peluang untuk finis di empat besar.
“Dua tahun lalu kami dipromosikan ke Serie A, dan sekarang kami sudah lolos ke Eropa. Ini luar biasa. Kami akan mengingat hari ini selama 20 tahun ke depan,” kata pelatih Cesc Fabregas.
Roma Pertahankan Peluang dengan Kemenangan Mendramatis
Roma juga menjaga harapan mereka dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Parma. Gol-gol dalam waktu tambahan dari Gian Piero Gasperini membuat tekanan bertambah kepada Milan dan Juventus yang berada satu poin di atas mereka.
Roma sempat tertinggal setelah Mandela Keita mencetak gol untuk Parma menjelang akhir laga. Namun, Devyne Rensch berhasil menyamakan kedudukan di menit ketiga injury time dan kemudian dijatuhkan di area penalti. Wasit awalnya menganggap Rensch yang melanggar, namun setelah melihat VAR, penalti diberikan. Donyell Malen, yang membuka keunggulan Roma, berhasil mengeksekusi penalti tersebut, menambah koleksi golnya menjadi 13 di Serie A.
Roma belum tampil di kompetisi Eropa sejak tersingkir oleh Porto di babak 16 besar tujuh tahun lalu. Mereka akan menghadapi derby Roma pada akhir pekan mendatang.
Cremonese Tingkatkan Harapan Bertahan
Sementara itu, Jamie Vardy mencetak gol pertamanya sejak Januari untuk membantu Cremonese mengalahkan Pisa 3-0, meningkatkan peluang mereka untuk tetap berada di Serie A. Vardy mencetak gol pada menit ke-30, sementara Pisa harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Rosen Bozhinov diberi kartu merah.
Dua gol tambahan dari Federico Bonazzoli dan David Okereke membawa Cremonese hanya satu poin dari Lecce, yang berada tepat di atas zona degradasi.
Kondisi ini menambah ketegangan di Serie A, di mana Milan harus segera memperbaiki performa menjelang akhir musim jika ingin memastikan tempat di Liga Champions musim depan.
(LC/GN)
sumber : www.pakistantoday.com.pk
Leave a comment