Momen Penuh Emosi Grant Dawson di UFC 328: Dari Kehilangan Calon Anak Hingga Kemenangan Dramatis
Newark — Pekan pertarungan UFC 328 menjadi momen yang sangat berat bagi petarung kelas ringan, Grant Dawson. Bukan hanya tantangan fisik di dalam oktagon, Dawson juga harus menghadapi cobaan emosional yang mendalam setelah ia dan istrinya kehilangan calon anak pertama mereka karena keguguran.
“Saya dan istri sedang menantikan bayi pertama kami, dan pada hari Senin kami mengetahui bahwa kami kehilangan bayi tersebut. Jadi, ini adalah minggu yang berat,” ungkap Dawson saat tampil di konferensi pers pasca-pertarungan UFC 328 bersama media. “Istri saya yang luar biasa berhasil melewati ini, tetap kuat, tanpa menunjukkan emosi, dan membantu saya melalui semuanya. Saya sudah berjanji akan mengajaknya liburan kecil agar kami bisa menenangkan diri.”
Pertarungan Penuh Perjuangan
Dalam kondisi mental yang tertekan, Dawson (24-3-1) melangkah ke oktagon menghadapi mantan rekan latihannya, Mateusz Rebecki. Pertarungan itu berlangsung sengit dan penuh drama, di mana Dawson sempat terluka di beberapa titik. Namun, ia berhasil bangkit dan mengunci kemenangan melalui submission atas Rebecki.
Kemenangan ini, yang diraih dengan mengatasi berbagai rintangan, tampaknya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dawson.
“Saya senang dengan kemenangan ini, karena seperti yang saya katakan di dalam cage, saya pikir banyak orang menganggap saya punya skill, tapi tidak banyak yang menganggap saya tangguh. Saya harap malam ini saya sudah menjawab pertanyaan itu.”
Setelah kemenangannya, Dawson mengakui kepada media, “Secara fisik, saya merasa tidak enak badan. Secara emosional, juga sedikit tidak enak badan.”
Refleksi dan Ambisi
Meski tidak sepenuhnya puas dengan jalannya pertarungan, Dawson menegaskan bahwa kemenangan adalah yang utama.
“Saya tidak akan pernah menolak kemenangan. Kami meraih kemenangan, itu yang penting. Tentu saja saya ingin meng-knock out semua orang dalam 10 detik pertama.”
Mengingat kembali momen-momen selama pertarungan, Dawson bercerita tentang fluktuasi perasaannya. Saat ia mendaratkan head kick di awal ronde pertama, ia berpikir, “Ini akan menjadi malam yang menyenangkan.” Namun, setelah sempat jatuh di ronde kedua, pikirannya berubah, “Ini bukan malam yang menyenangkan.” Hingga akhirnya di ronde ketiga, ia kembali merasa, “Ini adalah malam yang menyenangkan.”
Mengenai keputusannya untuk melawan mantan rekan latihan, Grant Dawson menjelaskan bahwa ia hanya akan menolak beberapa nama tertentu, seperti Mateusz Gamrot, kecuali jika ada gelar juara yang dipertaruhkan. Selebihnya, ia selalu siap bertarung. “Jika Anda berkata ya, saya juga akan berkata ya,” ujarnya. “Dan dia [Rebecki] berkata ya, jadi saya berkata ya.”
Kemenangan di UFC 328 ini tidak hanya menambah catatan profesional Dawson, tetapi juga memperlihatkan kekuatan mental dan ketangguhannya di tengah badai emosi. Sebuah pelajaran berharga tentang kegigihan seorang petarung di luar dan di dalam oktagon.
(OL/GN)
sumber : cagesidepress.com
Leave a comment