Musim tanpa trofi Real Madrid hampir berakhir, dan ini merupakan tahun kedua berturut-turut bagi klub tanpa gelar. Hal ini semakin menyakitkan bagi pendukung ketika mengetahui bahwa rival mereka, Barcelona, telah meraih gelar La Liga dalam kedua musim tersebut.
Los Blancos juga gagal mencapai semi-final Liga Champions, setelah tereliminasi oleh Bayern Munich di perempat final. Meskipun kalah dari raksasa Jerman tersebut bukanlah aib, yang mengkhawatirkan adalah bahwa Bayern menunjukkan penampilan lebih baik dalam sebagian besar laga.
Tidak Memiliki Sayap Kanan yang Memadai
Sepanjang musim ini, Real Madrid kerap bermain tanpa winger kanan yang optimal. Rodrygo hanya bermain dalam 27 pertandingan dan mencetak tiga gol. Sementara Arda Güler lebih sering beroperasi di tengah, kurangnya pemain sayap kanan yang tepat sangat mempengaruhi performa tim.
Brahim Diaz, yang merupakan gelandang serang, juga mencoba bermain di sayap kanan, tetapi kontribusinya tidak begitu signifikan, dengan hanya tujuh gol dari 45 pertandingan. Akibatnya, serangan Real Madrid lebih banyak mengalir dari sisi kiri, melibatkan Kylian Mbappé, Vinicius Junior, dan Güler.
Masalah Cedera yang Mengganggu
Musim ini, Real Madrid menghadapi beberapa masalah cedera yang cukup serius. Jude Bellingham menjadi salah satu korban utama, hanya bermain di 37 pertandingan, dengan banyak di antaranya sebagai pengganti. Rodrygo juga mengalami cedera yang membuatnya absen dalam waktu lama.
Trent Alexander-Arnold, yang didatangkan dari Liverpool, juga harus menepi akibat cedera, hanya tampil dalam 28 pertandingan. Federico Valverde terpaksa mengisi posisi tersebut, tetapi situasi ini tidak ideal untuk tim.
Perubahan Pelatih di Tengah Musim
Real Madrid memulai musim ini dengan mengangkat Xabi Alonso, mantan pemain klub ini, sebagai pelatih. Alonso sebelumnya berhasil meraih kesuksesan dengan Bayer Leverkusen di Bundesliga. Namun, di Real Madrid, tantangannya tidak hanya bermain baik di lapangan, tetapi juga menangani ego pemain bintang, seperti Vinicius Junior.
Setelah hasil yang kurang memuaskan, Alonso dipecat, dan Álvaro Arbeloa, asisten pelatihnya, diangkat sebagai pengganti. Namun, kinerja Arbeloa tidak memuaskan, dan tim terlihat kesulitan bersaing dengan Barcelona, yang telah memperlebar jarak menjadi 14 poin setelah kemenangan 2-0 dalam El Clásico.
Dengan Barcelona yang kini bermain mengesankan dan berpotensi mencapai 100 poin musim ini, musim tanpa trofi ini menjadi semakin menyakitkan bagi pendukung Real Madrid.
(SA/GN)
sumber : extratimetalk.com
Leave a comment