LeBron James dan Relevansi Lakers: Fakta yang Perlu Diketahui
LeBron James tentu layak mendapatkan pujian dalam banyak hal. Namun, mengubah Los Angeles Lakers menjadi merek nasional bukanlah salah satu dari pencapaian tersebut.
Analisis Shannon Sharpe
Pada acara Nightcap yang tayang pada Selasa, Shannon Sharpe menyoroti langkah Lakers yang seolah memberikan kebebasan kepada Luka Dončić untuk memilih rekan satu timnya. Sharpe berpendapat bahwa Lakers tidak pernah sepenuhnya memberikan kesempatan kepada LeBron James untuk memimpin.
Sharpe mencatat bahwa James lebih banyak disalahkan karena hanya meraih satu gelar juara bersama Lakers dibandingkan dengan pengakuan atas pengaruhnya dalam menjadikan tim tersebut sebagai pesaing relevan. Ia berpendapat, dengan LeBron yang mungkin akan segera meninggalkan Los Angeles, masa jabatannya seharusnya dihargai lebih baik.
Kutipan Mencolok
“Sebelum LeBron datang, Lakers tidak sering muncul di televisi,” ungkap Sharpe. “Kami tidak membahas Lakers sejak pertandingan terakhir Kobe yang mengumpulkan 60 poin. Tetapi ketika satu pemain 23 hadir, semuanya berubah.”
Sharpe menambahkan, “Tim lain seperti Cleveland Cavaliers dan Golden State Warriors lebih banyak tayang di televisi. Lakers memang berada di pasar Los Angeles, tetapi tidak ditayangkan secara nasional saat itu.”
Kondisi Lakers Sebelum LeBron
Sharpe tidak salah, Lakers memang sangat buruk sebelum LeBron datang. Dalam lima tahun sebelum kedatangannya, Lakers rata-rata menderita 57 kekalahan per musim. Mereka dirundung kritik, kesulitan mengembangkan pemain muda, dan gagal dalam proses pembangunan kembali tim.
Namun, anggapan bahwa LeBron adalah satu-satunya penyelamat yang mengembalikan Lakers ke relevansi adalah kurang tepat. Sebelum kedatangan LeBron, Lakers hanya berjarak lima tahun dari status mereka sebagai kontender saat Kobe Bryant masih bermain, meski harus mengalami cedera parah.
Merek Besar yang Tetap Ada
Lakers sebelumnya sudah menjadi merek besar. NBA telah merencanakan 35 pertandingan yang ditayangkan secara nasional untuk Lakers pada musim 2017-18, ketika mereka selesai dengan catatan 26-56 dan LeBron masih bermain di Cleveland.
Selama masa jabatannya, LeBron berhasil meraih satu gelar juara dan membawa Lakers ke playoff tujuh kali dalam delapan tahun, termasuk satu kali mencapai final konferensi. Namun, relevansi Lakers lebih didasarkan pada warisan yang dibangun oleh Magic Johnson, Kareem Abdul-Jabbar, Shaquille O’Neal, dan Kobe Bryant ketimbang kontribusi LeBron semata.
Dampak dan Kesimpulan
Pencapaian LeBron dengan Lakers memang patut diapresiasi, tetapi penting untuk diingat bahwa merek Lakers sudah terbangun dengan kuat jauh sebelum kedatangannya. Hal ini menegaskan betapa besar sejarah yang dimiliki tim ini dan pengaruh para legenda yang mendahuluinya.
(BA/GN)
sumber : awfulannouncing.com
Leave a comment