Final UEFA Champions League: Paris Saint-Germain vs Arsenal
Hanya ada dua tim yang tersisa di fase puncak UEFA Champions League 2025/26, yaitu Paris Saint-Germain dan Arsenal. Keduanya akan beradu strategi di Puskás Aréna, Budapest, dalam pertandingan yang dinanti-nanti.
Arsenal (ENG)
Fase Liga: W8 D0 L0 F23 A4 (posisi 1)
Babak 16 Besar: 3-1 agregat vs Leverkusen
Perempat Final: 1-0 agregat vs Sporting CP
Semifinal: 2-1 agregat vs Atleti
Pemain Poin Fantasy Teratas: Gabriel (75)
Peringkat koefisien UEFA: 7
Musim lalu: Semifinal (Kalah 1-3 agregat vs Paris)
Prestasi Terbaik Piala Eropa: Runner-up (2005/06)
Pendekatan Strategi
Kenapa mereka bisa menang
Dalam tiga musim terakhir, Arsenal menunjukkan perkembangan yang konsisten, baik di domestik maupun di Liga Champions. Kini, mereka siap meraih kejayaan dengan pengalaman yang terkumpul. Dua tahun lalu, Arsenal mencapai perempat final; tahun lalu mereka tersingkir di semifinal. Sekarang, Mikel Arteta dan anak asuhnya siap tampil di final 2026 dengan kekuatan dan ketahanan yang mumpuni.
Gaya Permainan
Arsenal tampil solid, tak mudah ditembus, dan efektif dalam set pieces. Rata-rata tim ini hanya kebobolan satu gol setiap dua pertandingan. Namun, kontribusi 12 pemain di lini depan menegaskan bahwa mereka bukan hanya tim defensif. Viktor Gyökeres menjadi sosok yang menambah kecepatan dan kreativitas di lini serang.
Pelatih: Mikel Arteta
Arteta, yang sebelumnya menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City, telah membawa Arsenal meraih trofi FA Cup ke-14 dalam musim pertamanya. Setelah menempati peringkat kedelapan dan kelima di Liga Premier pada 2021 dan 2022, tim Arteta kini menjadi runner-up dalam tiga musim terakhir.
Pemain Kunci: Bukayo Saka
Saka, yang telah berkembang dari akademi Arsenal, kini menunjukkan performa yang gemilang dengan kontribusi lebih dari 150 gol untuk klub (80 gol, 70 assist). Ia menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak gol di semifinal Liga Champions dua musim berturut-turut.
Fakta Menarik
Arsenal tetap tak terkalahkan di kompetisi ini dengan 11 kemenangan dan tiga hasil imbang dari 14 pertandingan.
Paris Saint-Germain (FRA)
Fase Liga: W4 D2 L2 F21 A11 (posisi 11)
Play-off fase knockout: 5-4 agregat vs Monaco
Babak 16 Besar: 8-2 agregat vs Chelsea
Perempat Final: 4-0 agregat vs Liverpool
Semifinal: 6-5 agregat vs Bayern
Pemain Poin Fantasy Teratas: Khvicha Kvaratskhelia (117)
Peringkat koefisien UEFA: 3
Musim lalu: Juara (Kemenangan 5-0 vs Inter)
Prestasi Terbaik Piala Eropa: Juara (2024/25)
Pendekatan Strategi
Kenapa mereka dapat memenangkan kompetisi ini
Keyakinan Paris untuk meraih gelar kembali muncul setelah mereka menjadi juara musim lalu. Meskipun fase liga mereka kurang memuaskan, kemenangan agregat 8-2 atas Chelsea dan 4-0 atas Liverpool menunjukkan kekuatan individu dan kolektif dari tim ini.
Gaya Permainan
Luis Enrique telah membentuk Paris menjadi salah satu tim terbaik modern. Dengan Marquinhos dan Willian Pacho di lini belakang, backs Nuno Mendes dan Achraf Hakimi berfungsi ganda sebagai sayap. Vitinha dan João Neves bertugas mengendalikan permainan di lini tengah, sedangkan Bradley Barcola, Ousmane Dembélé, Désiré Doué, dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi ancaman di lini depan.
Pelatih: Luis Enrique
Luis Enrique, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid, pernah mengantarkan Barcelona meraih sembilan trofi. Setelah sukses di PSG dengan membawa klub ini meraih gelar domestik dan Liga Champions pada musim sebelumnya, ia kini kembali ke final.
Pemain Kunci: Ousmane Dembélé
Meskipun cedera mengganggu performanya, Dembélé masih memberikan kontribusi gol hampir satu per pertandingan. Ia menjadi sosok penting di lini serang, memberikan umpan yang menguntungkan rekan-rekannya.
Fakta Menarik
Paris berusaha menjadi klub kedua dalam era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar mereka setelah Real Madrid, yang memenangkan tiga kali berturut-turut antara 2016 dan 2018.
(LC/GN)
sumber : www.uefa.com
Leave a comment