Cleveland Cavaliers Curi Kemenangan dari Detroit Pistons di Game 5
Cleveland Cavaliers berhasil merebut Game 5 dari Detroit Pistons di hadapan para penggemar di Detroit. Cavs sempat tertinggal sembilan poin menjelang akhir waktu regulasi, tetapi Pistons gagal menjaga keunggulan, memicu sorotan tajam terhadap performa pemain pendukung Cade Cunningham.
Kritik Berat untuk Tim Pendukung Pistons
Analisis NBA, Kevin O’Connor, melontarkan kritik pedas terhadap tim pendukung Detroit Pistons setelah kekalahan mengecewakan ini. Kekalahan tersebut menodai penampilan terbaik Cade Cunningham dalam playoff. O’Connor berpendapat bahwa roster di sekitar Cunningham merupakan yang terburuk di antara tim-tim sisa di postseason ini.
“Saya bahkan semakin menghargai Cade Cunningham sekarang dibandingkan sebelum playoff,” tulis O’Connor di X. “Pistons jelas memiliki tim pendukung terburuk dari semua tim yang masih bertahan. Apa pun hasil postseason ini untuk Detroit, kantor manajemen harus melakukan banyak pekerjaan di musim panas ini. Cade sedang bermain pada level yang sangat layak mendapatkan investasi,” ungkapnya.
Jalannya Pertandingan
Detroit memimpin sembilan poin dengan waktu lebih dari dua menit tersisa di kuarter keempat. Namun, mereka gagal mencetak satu poin pun hingga akhir pertandingan. Yang lebih buruk, Pistons melewatkan kesempatan mencetak poin selama lima menit, dimulai dari akhir waktu regulasi hingga pertengahan overtime.
Mereka kebobolan 13 poin berturut-turut sementara Cavs semakin menambah jarak. Cunningham berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi dua poin dengan waktu 25 detik tersisa di overtime, tetapi tidak berhasil membawa timnya meraih kemenangan.
Statistik Pembunuh Cukup Baik dari Cade Cunningham
Cade Cunningham mencatatkan 39 poin, tujuh rebound, sembilan assist, dan dua steal dalam 48 menit permainan. Ia merupakan satu-satunya pemain di timnya yang berhasil mencetak lebih dari 20 poin.
Kekhawatiran Terhadap Jalen Duren
Meskipun sebagian besar pemain di roster Pistons layak untuk mendapatkan kritik, Jalen Duren menjadi sorotan utama terkait penampilannya. Duren mengalami breakout season dan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk penghargaan Most Improved Player, serta berhasil mendapatkan seleksi All-Star pertamanya dengan rata-rata lebih dari 19 poin per pertandingan.
Namun, di playoff kali ini, Duren hanya mencetak rata-rata poin yang lebih rendah dengan persentase tembakan 49,4% — angka yang sangat buruk untuk seorang center. Penampilannya di ronde pertama melawan Orlando Magic sudah dipertanyakan, dan penampilan melawan Cleveland justru lebih buruk.
Dalam lima pertandingan di seri ini, ia mencatatkan rata-rata 9,4 poin, 6,6 rebound, 2,4 assist, dan 1,0 steal per pertandingan dengan persentase tembakan 46,2%. Mengingat selama musim reguler ia menembak dengan 65%, performa playoff ini sangat mengkhawatirkan.
Penampilan di playoff ini bisa berdampak pada masa depan Duren. Ia diperkirakan akan menandatangani kontrak maksimum selama offseason, tetapi dengan performa seperti ini, Pistons mungkin akan berpikir ulang untuk mengajukan tawaran besar.
(BA/GN)
sumber : www.yardbarker.com
Leave a comment