Reaksi Kylian Mbappé Usai Kemenangan Atas Oviedo
Kylian Mbappé memberikan tantangan kepada Alvaro Arbeloa dan secara tidak langsung ke beberapa anggota ruang ganti Real Madrid setelah ia hanya duduk di bangku cadangan saat timnya meraih kemenangan 2-0 atas Oviedo. Hal ini menggarisbawahi masalah yang harus dihadapi klub dalam beberapa pekan ke depan.
Kondisi Mbappé dan Komentarnya
Mbappé mengungkapkan bahwa ia merasa dalam kondisi fit dan siap untuk bermain, namun ia diberitahu bahwa posisinya sebagai striker keempat malam itu, di belakang Gonzalo, Vinicius, dan Franco. Ia juga menyampaikan frustrasi mengenai kepergian Xabi Alonso pada Januari, kesalahan medis yang dianggap terjadi, dan hasil buruk yang didapat tim.
Respons Arbeloa
Arbeloa menjelaskan bahwa ia memiliki hak penuh untuk memilih siapa yang bermain, tanpa memandang reputasi. Ia menyarankan pemain yang merasa tidak puas untuk menunggu pelatih berikutnya. Meskipun ada spekulasi mengenai pengurangan menit bermain Mbappé, Arbeloa menegaskan bahwa ia berencana menurunkan Mbappé sebagai starter dalam pertandingan melawan Sevilla pada hari Minggu pukul 19:00 WIB, dengan menyebutnya sebagai striker pilihan utama.
Ambisi Menjelang Piala Dunia
Mbappé menginginkan lebih banyak waktu bermain untuk mendapatkan kembali ritme sebelum Piala Dunia, serta untuk mempertahankan posisi teratasnya dalam perolehan gol Pichichi, saat ini dengan 24 gol di liga, mengungguli Vedat Muriqi yang mencetak 22 gol. Ia merasa terluka dengan anggapan bahwa ia tidak ingin bermain saat mengalami cedera.
Reaksi Fans dan Dinamika Tim
Setelah pertandingan, Mbappé mendapat sorakan dari para pendukungnya, dan reaksi ini bisa semakin meningkat setelah komentar-komentarnya, yang dianggap beberapa orang sebagai bentuk kepentingan pribadi di atas kepentingan tim. Banyak rekan setim melihatnya sebagai pemain yang terlalu individualistis dan lebih mendukung Vinicius, yang dianggap lebih mengikat tim. Meski hubungan Mbappé dengan Vinicius cukup baik, ia semakin merasa terisolasi.
Masa Depan dan Tantangan untuk Pelatih Baru
Membangun kembali keharmonisan tim setelah masa transisi Arbeloa dan mengeluarkan potensi terbaik dari Mbappé akan menjadi tantangan bagi pelatih berikutnya, yang akan dipilih oleh Presiden Florentino Pérez. Di dalam klub, beberapa pihak mendukung pemisahan Mbappé atau Vinicius karena masalah kecocokan, namun kepergian Mbappé yang baru memasuki musim keduanya dari kontrak hingga 2029 tampaknya sangat tidak mungkin.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment