Standard Athletic Club: Sejarah Sepak Bola Prancis yang Tak Terlupakan
Paris Saint-Germain baru saja meraih gelar liga ke-14 mereka, melanjutkan dominasi mereka di Ligue 1. Namun, tidak jauh dari hutan Meudon, tepat di luar Paris, terdapat Standard Athletic Club, klub yang mencetak sejarah sebagai juara pertama sepak bola Prancis.
Pada Mei 1894, Standard Athletic Club sukses mengalahkan White Rovers dan menjadi tim pertama yang dinyatakan sebagai juara Prancis oleh Persatuan Masyarakat Olahraga Atletik Prancis (USFSA). Klub yang didirikan oleh komunitas Inggris di Prancis ini berhasil mengambil alih panggung, bahkan mengalahkan tim Skotlandia di saat itu.
Setahun setelahnya, Standard mengangkat trofi Gordon Bennett, sebuah penghargaan yang disumbangkan oleh pemilik surat kabar New York Herald, setelah mengalahkan White Rovers sekali lagi. Saat ini, meski kondisi sepak bola di klub ini berubah, mereka tetap memiliki kebanggaan terhadap warisan masa lalu mereka. Setiap akhir pekan, para penggemar dari berbagai usia berkumpul untuk bermain sepak bola dalam pertandingan persahabatan.
Warisan yang Masih Hidup
Klub ini memiliki hubungan sejarah dengan keluarga kerajaan Inggris, di mana sambil melambangkan Royal Standard, mereka juga menginspirasi nama klub Standard Liege di Belgia dan memberikan desain kaos merah dan hitam kepada AC Milan. Standard juga merupakan klub yang mengirimkan sebagian besar tim Prancis yang berpartisipasi dalam pertandingan kriket Olimpiade pada tahun 1900, meskipun tim tersebut hanya mampu meraih posisi runner-up.
“Kebanggaan yang ada saat ini berasal dari menjadi juara pertama Prancis dalam sepak bola,” ungkap Richard Parkin, presiden klub, saat bercengkerama di pagi yang cerah. “Kami sedikit merasakan kebanggaan, meskipun itu tidak begitu berarti,” sambil menunjukkan lima bintang di jersey yang dikenakan oleh anggota klub dari berbagai usia.
Kunjungan Kerajaan
Sejarah klub ini dimulai 136 tahun lalu ketika sekelompok pemuda Inggris berkumpul di bar The Horse Shoe di Rue Copernic, dekat Arc de Triomphe. Mereka bersepakat untuk membentuk sebuah klub yang menjadi tonggak awal sepak bola di kawasan tersebut. Dari enam tim yang berpartisipasi dalam kejuaraan pertama pada tahun 1894, hanya Standard yang bertahan hingga saat ini.
Berbeda dengan klub-klub awal lainnya di Paris, Standard Athletic Club terus beroperasi. “Kami bukan sekadar klub sepak bola,” tambah Parkin. “Jika itu yang kami lakukan, mungkin kami sudah tutup.” Club Francais adalah satu-satunya tim yang bertahan dalam sejarah liga sepak bola Inggris, tetapi mereka juga gulung tikar beberapa tahun setelah era profesional dimulai.
Standard Athletic Club berhasil mendapatkan pengakuan dari kerajaan, dengan duta besar Inggris untuk Prancis menjabat sebagai ketua kehormatannya. Ratu Elizabeth II mengunjungi klub ini dua kali, pertama pada tahun 1957 untuk meresmikan clubhouse yang telah dibaik pulih setelah terkena dampak Perang Dunia II, dan sekali lagi pada tahun 1972 bersama Pangeran Philip.
Mendapat Pengakuan di Dunia Internasional
Standar tidak hanya berfokus pada sepak bola, melainkan juga telah mengembangkan berbagai cabang olahraga lainnya, termasuk tenis, squash, dan kriket. Dalam bidang kriket, mereka masih mengingat prestasi meraih medali perak di Olimpiade, hasil kerjasama dengan Pierre de Coubertin, pendiri Olimpiade modern.
Standard Athletic Club sedang mengalami transformasi dengan hampir 65 kewarganegaraan berbeda di antara anggotanya saat ini. Meski begitu, mereka tetap bangga akan sejarah yang mencakup peraihan medali perak Olimpiade tersebut, yang baru-baru ini mereka beli kembali di eBay pada tahun 2022. Medali tersebut kini tersimpan dengan aman di clubhouse sebagai simbol pencapaian dan warisan klub.
Dengan semua pencapaian ini, Standard Athletic Club menunjukkan bahwa meski zaman dan olahraga telah berubah, sejarah serta nilai-nilai yang dibawa tetap relevan dan selalu dihargai.
(SA/GN)
sumber : today.rtl.lu
Leave a comment