Home Sepakbola Champions League Air mata dan kejayaan: Ewa Pajor akhiri kutukan Liga Champions!
Champions League

Air mata dan kejayaan: Ewa Pajor akhiri kutukan Liga Champions!

Share
Share

Ewa Pajor Akhirnya Menang di Final Liga Champions

Jinx yang Terhapus

Di Barcelona, Ewa Pajor sempat dijuluki sebagai “jinx” oleh sebagian orang di ‘entorno’. Dalam kariernya, Pajor telah tampil di lima final Liga Champions: empat bersama Wolfsburg pada 2015-16, 2017-18, 2019-20, dan 2022-23, serta satu dengan Barcelona di 2024-25—dan sayangnya dia kalah di semua final tersebut.

Hari Bahagia di Oslo

Namun, Sabtu lalu, harinya tidak hanya sekadar biasa. Dalam pertandingan final yang berlangsung di Oslo, Pajor mencetak dua gol dan membantu Barcelona meraih kemenangan 4-0 atas Lyon. Ini menjadi gelar Liga Champions pertamanya.

Patah Semangat di Masa Lalu

Satu tahun yang lalu, setelah final yang kalah melawan Arsenal, Pajor merasa hampa. Musim panas 2024, dia bergabung dengan Barcelona, tim yang menjadi favorit, berharap untuk menambah koleksi gelar Eropa. Meskipun berhasil mencetak 44 gol dalam satu musim, di final Lisbon, Pajor kembali gagal mencetak gol, dan timnya kalah 1-0.

Dihadapi dengan Tekad

Di Ullevaal Stadion, dia menghadapi final ke-enam dan bertekad untuk mengubah nasibnya. Namun, pada babak pertama, dia dan timnya terlihat terburu-buru. “Saya selalu merasa sedih, dan bertanya-tanya mengapa saya terus kalah,” ujarnya dalam wawancara pada Maret 2026. “Tapi setiap pertandingan, tidak hanya final, mengajarkan saya banyak hal. Ini sulit, tetapi keesokan harinya kita harus bangkit dan berusaha menjadi pemain yang lebih baik.”

Peluang yang Terlewat

Di menit ke-18, setelah VAR membatalkan gol Lyon, Pajor mendapat peluang untuk mencetak gol pertama. Sayangnya, tembakannya tidak berhasil. Setengah jam pertandingan berlalu dan dia kembali memperoleh kesempatan, kali ini meleset mengenai mistar gawang.

Baca juga:  Simeone rayakan kemenangan atas Barcelona, puji "jenius" Griezmann!

Kebangkitan di Babak Kedua

Setelah jeda, sepuluh menit kemudian, Pajor akhirnya mencetak gol pertamanya dengan tembakan kaki kanan yang terarah. Melihat gawang kosong, dia membentangkan tangan lebar ke arah pendukungnya, mengungkapkan perasaan campur aduk antara kemarahan dan kelegaan.

Dua Gol Penting dan Gelar Juara

Tak lama setelah itu, Pajor menambah gol kedua dari umpan cutback Salma Paralluelo. Meskipun bisa mencetak gol ketiga, dia memilih memberi assist kepada Paralluelo, yang kemudian mencetak gol kedua dalam laga tersebut, menjadikan skor 4-0.

Ketika pertandingan berakhir, Pajor terpuruk di lapangan, akhirnya meraih gelar Liga Champions pertamanya. Dia mencetak dua gol kunci yang mengangkat kepercayaan timnya, menghapus label “jinx” yang disandangnya.

Pujian untuk Pajor

Menjadi pemain paling berpengaruh dalam pertandingan, Pajor dinobatkan sebagai MVP dan pencetak gol terbanyak dengan total 11 gol di turnamen. Dalam wawancara pasca pertandingan, dia mengekspresikan rasa syukurnya, “Bermain untuk klub ini adalah momen terbaik dalam karir saya.”

Kiper Barcelona, Cata Coll, mengungkapkan kegembiraannya, “Saya sangat bahagia untuknya. Dia salah satu pemain yang paling pantas merasakan ini.” Pelatih Pere Romeu menegaskan betapa pentingnya Pajor bagi tim, “Dia adalah contoh kerja keras dan selalu mengutamakan tim.”

Perjalanan yang Berbuah Manis

Dalam suasana meriah di ruang ganti, Pajor menggenggam medali emasnya dengan penuh kebanggaan. Perjalanan yang dimulai sepuluh tahun silam setelah final pertama yang dia kalah, kini berujung manis dengan keberhasilan meraih gelar. Pajor yang dulunya membayangkan gawang saat bermain di ladang orangtuanya, kini menjadi pencetak gol penting di final Liga Champions.

Dengan keberhasilan ini, tidak ada lagi yang akan menyebutnya sebagai “jinx”.

Baca juga:  Voli Yamal Maut! Barca Sikat Oviedo 3-0 di La Liga.

(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

VIDEO Alex de Minaur vs Toby Samuel | Roland-Garros 2026 | Match Highlights

Judul: Alex de Minaur vs Toby Samuel | Roland-Garros 2026 | Sorotan...

Arsenal harus hilangkan trauma final Eropa demi sejarah Liga Champions!

Arsenal harus menanggalkan beban trauma dari final Eropa jika ingin memulai babak...

VIDEO Daniel Merida Aguilar vs Ben Shelton | Roland-Garros 2026 | Match Highlights

Judul: Daniel Merida Aguilar vs Ben Shelton | Roland-Garros 2026 | Sorotan...

Final Liga Champions 2026: Siaran dan Rencana Kamera Arsenal vs PSG!

Siapkan diri untuk final Liga Champions 2026 antara Arsenal dan PSG! Saksikan...