Pelajaran Penting untuk Wemby dari Sejarah Warriors
Sebelum Golden State Warriors mencapai puncaknya pada 2015, mereka memiliki kemiripan dengan San Antonio Spurs saat ini.
Langkah Awal Warriors dengan Curry Muda
Warriors memiliki versi muda dari Stephen Curry, yang menunjukkan kemampuannya untuk mendominasi di panggung besar pada playoff 2013. Kini, Spurs memiliki Victor Wembanyama, yang di pertandingan perdananya mencetak 41 poin dan 24 rebound, membuat banyak orang menganggapnya sebagai pemain terbaik di liga.
Seperti halnya tim yang menghadapi Curry, Thunder menghadap Wemby dengan melakukan pelanggaran terus-menerus, melakukan berbagai cara untuk mengganggu permainannya. Draymond Green memberikan komentar mengenai pelajaran berharga yang diajarkan Thunder. Dia mengingat bagaimana tim-tim lain melakukan hal serupa saat menghadapi Curry, di mana mereka sering menarik-nariknya untuk mengurangi dampaknya di lapangan.
“OKC memberikan pelajaran berharga,” tulis Green. “Apa yang harus dipelajari Wemby adalah cara beradaptasi dengan situasi ini, karena tim akan terus melakukan cara ini. Dia perlu belajar untuk bermain melewati pelanggaran-pelanggaran itu.”
Warriors Belajar dari Kegagalan
Warriors mengalami kesulitan di semifinal konferensi 2013 saat menghadapi Spurs, di mana Curry tampil kurang optimal dengan melakukan 14 tembakan dari 39 percobaan di dua pertandingan terakhir. Mereka kemudian kalah dalam playoff 2014 melawan Clippers, meski Curry tidak kehilangan tempo dan mencetak rata-rata 23 poin per pertandingan, tetapi dia belum seagresif yang dia tunjukkan di playoff di tahun-tahun berikutnya.
Pada playoff 2015, Curry menunjukkan kemampuan untuk menghadapi pertahanan fisik dari Grizzlies dan Cavaliers dalam perjalanan menuju gelar pertama Golden State dalam 40 tahun. Meskipun dipaksa untuk berhati-hati, ia mencapai rata-rata 28,3 poin dalam periode itu. Pelajaran penting bagi Curry adalah, meskipun ia sering mendapat ganda dan terus-menerus ditarik, Warriors justru bermain terbaik saat dia aktif mencari peluang mencetak poin, alih-alih mengandalkan rekan setimnya.
Bisakah Wemby Memanfaatkan Pelajaran Ini?
Spurs saat ini berada dalam posisi sulit dengan ketinggalan 2-1 dari Thunder. Ini adalah debut playoff bagi banyak pemain di tim. Sejak pertandingan pertama di mana Wemby mencetak 41 poin dari 25 usaha, ia hanya melakukan 16 dan 15 tembakan di pertandingan berikutnya, dengan peningkatan kontribusi dari Isaiah Hartenstein yang berpengaruh besar.
Wemby perlu belajar untuk beradaptasi dengan permainan fisik agar dapat mengekspresikan dominasi offensifnya. Rekan-rekannya juga harus belajar untuk memanfaatkan perhatian ekstra dari lawan. Ini adalah pelajaran yang dihadapi Warriors yang membutuhkan waktu dua playoff untuk dapat beradaptasi.
Wemby juga harus belajar untuk menghadapi tekanan saat bertahan. Permasalahan ini tidak pernah dihadapi oleh Warriors era keemasan. Tidak ada yang menyalahkan Spurs jika mereka tidak dapat menemukan solusi dalam situasi ini. Mereka telah menurunkan lineup termuda dalam sejarah final konferensi dan masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih gelar di masa depan. Warriors sendiri baru meraih gelar pertama mereka saat Curry berusia 27 tahun, sementara Wemby baru berusia 22 tahun.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment