Sunderland Raih Kesuksesan di Eropa Usai Kalahkan Chelsea
Siapa yang menyangka? Tepat setahun lalu, Sunderland merebut tiket playoff Championship dan dianggap sebagai calon kuat terdegradasi. Namun, di bawah arahan Régis Le Bris, tim ini berhasil menunjukkan performa luar biasa dengan selesai di posisi ketujuh, yang mengamankan tiket untuk berlaga di Europa League. Kini, tidak ada lagi yang meremehkan Sunderland.
Jalannya Pertandingan
Kemenangan yang layak ini melawan Chelsea, yang juga tengah berjuang untuk meraih tempat di Eropa, menjadi cerminan musim Sunderland yang gemilang. Pada pertandingan tersebut, para pemain veteran dari divisi dua tampil menonjol, mengalahkan klub yang baru saja memenangkan Club World Cup. Enzo Le Fée tampil cemerlang, berhasil mengalahkan Enzo Fernández, dan Granit Xhaka menguasai lini tengah.
“Kami merasa kecewa,” ungkap Calum McFarlane, manajer sementara Chelsea, meskipun musik perayaan berdengung di sekitar mereka. “Kami sangat terpukul,” tambahnya.
Sebelum Wesley Fofana diusir dari lapangan pada menit ke-62, Chelsea sudah kesulitan mengimbangi permainan cepat dan inventif Sunderland. Akhirnya, mereka pulang ke selatan dengan posisi ke-10, sementara Xabi Alonso, manajer baru mereka, harus memikirkan tantangan besar di depan.
Pencapaian Bersejarah
Di sisi lain, Le Bris bisa menantikan kampanye Eropa pertama Sunderland sejak tampil di Cup Winners’ Cup 1973-74, yang berakhir dengan kekalahan di babak kedua oleh Sporting Lisbon.
- Champions League: Arsenal, Manchester City, Manchester United, Aston Villa, Liverpool
- Europa League: Bournemouth, Sunderland (Crystal Palace juga akan tampil jika memenangkan final Conference League)
- Conference League: Brighton
“Saya sangat bangga,” kata Le Bris, yang merekrut 14 pemain musim panas lalu. “Kami telah menciptakan sesuatu yang istimewa. Ini adalah momen terbaik. Sulit untuk percaya, tetapi ini adalah langkah penting bagi Sunderland. Ini menunjukkan bahwa segalanya mungkin terjadi.”
Empat tahun lalu, Luke O’Nien bermain di League One di Stadium of Light. Kini, ia menunjukkan kelasnya dengan menandingi Cole Palmer dan lainnya, bahkan berperan sebagai kreator gol dengan melepaskan umpan kepala kepada Trai Hume.
Hume, yang tampil sangat baik di pertandingan itu, berhasil mencetak gol pada menit ke-25. Gol tersebut semakin menjauhkan Chelsea dari impian Eropa, dengan Sunderland menunjukkan dominasi sepanjang pertandingan. Chelsea kesulitan menghadapi intensitas dan kreativitas Sunderland, terpaksa terkurung di zona pertahanan mereka sendiri.
Le Fée memulai babak kedua dengan umpan cerdas kepada Brian Brobbey, tetapi hanya kaki Sánchez yang menggagalkan peluang Sunderland untuk menggandakan keunggulan. Ketika Le Fée mengirimkan umpan silang dari kanan, meski Brobbey gagal mengonversi dengan baik, bola mengenai shin Malo Gusto dan meluncur masuk ke gawang.
Ketegangan terus meningkat dan emosi mulai meledak saat Fofana diusir setelah melakukan pelanggaran keras. Ini adalah kartu merah kedelapan bagi Chelsea di kampanye mereka yang penuh masalah, yang telah melalui tiga manajer.
Reaksi Akhir Pertandingan
Le Bris dan para pemainnya berhasil menjaga fokus, dan pada peluit akhir, pengumuman di stadion jelas: “Mari berpesta!” Lebih dari satu jam setelah pertandingan, manajer, pemain, dan keluarga mereka masih merayakan di lapangan, menikmati momen bersejarah ini.
Keberhasilan Sunderland menggenggam tiket Eropa menandai babak baru bagi klub yang telah melewati masa-masa sulit. Ini adalah pengingat bahwa kerja keras dan ketahanan bisa mengubah nasib, membawa kembali Sunderland ke panggung Eropa yang lebih besar.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment