Tim 2025/26 Persembahkan Gelar Liga Premier keempat
Tim angkatan 2025/26 telah berhasil meraih gelar Liga Premier keempat, mengangkat trofi yang ikonik di Crystal Palace. Ini adalah pertama kalinya dalam 22 tahun kami bisa merayakan kesuksesan ini dengan penuh gaya di Selhurst Park.
Namun, bagaimana performa tahun ini dibandingkan dengan tahun 1998, 2002, dan 2004? Kami telah mengumpulkan beberapa informasi penting terkait setiap kesuksesan tersebut.
Mendominasi Papan Klasemen
Kami menyelesaikan liga di posisi teratas dengan selisih tujuh poin pada musim 2025/26, mengumpulkan total 85 poin, sementara Manchester City berada di posisi kedua dengan 78 poin. Selisih kemenangan ini hanya kalah dari musim 2003/04, di mana kami meninggalkan Chelsea dengan jarak 11 poin.
Pada gelar-gelar sebelumnya, kami juga berhasil menyelesaikan liga dengan selisih tujuh poin dari Liverpool di tahun 2002, dan hanya satu poin dari Manchester United di tahun 1998.
Kami mengantongi 26 kemenangan dalam tiga dari empat musim pemenangan kami, termasuk musim ini.
| Musim | Jumlah Pertandingan | Kemenangan | Seri | Kekalahan | Selisih Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1997/98 | 38 | 23 | 9 | 6 | +35 | 78 |
| 2001/02 | 38 | 26 | 9 | 3 | +43 | 87 |
| 2003/04 | 38 | 26 | 12 | 0 | +47 | 90 |
| 2025/26 | 38 | 26 | 7 | 5 | +44 | 85 |
Raja Clean Sheet
Pada musim 2001/02, kami mencetak gol terbanyak dengan total 79 gol. Sementara itu, tim musim 2025/26 berhasil mencetak 71 gol, hanya selisih dua gol dari rekor Invincibles di 2003/04.
Di sisi pertahanan, tim Mikel Arteta menunjukkan prestasi dengan mencetak 19 clean sheets, sama seperti musim 1997/98, dan hanya kebobolan 27 gol, satu gol lebih banyak daripada Invincibles. Ini merupakan kali ketiga berturut-turut kami tampil dengan jumlah kebobolan terendah dalam satu musim.
| Musim | Clean Sheets | Jumlah Gol | Gol Kebobolan |
|---|---|---|---|
| 1997/98 | 19 | 68 | 33 |
| 2001/02 | 14 | 79 | 36 |
| 2003/04 | 15 | 73 | 26 |
| 2025/26 | 19 | 71 | 27 |
Pada musim 2025/26, kami berhasil meraih kemenangan tipis dalam delapan pertandingan dengan skor 1-0. Total kami memenangkan 14 pertandingan dengan margin satu gol, sama seperti musim 2003/04.
Membagi Beban
Dalam sepak bola, kerja sama tim sangat penting. Musim 2025/26 menunjukkan hal itu dengan 18 pemain berbeda mencetak gol di Premier League. Ini lebih banyak dibandingkan 13 pemain di musim 1997/98 dan 2001/02 serta 12 pemain di 2003/04.
Viktor Gyokeres menjadi pencetak gol terbanyak dengan 16 gol dalam 36 penampilannya. Ini masih jauh dari rekor Thierry Henry yang mencetak 30 gol di musim 2003/04. Kami juga berhasil mencetak 19 gol dari set piece, menjadikan rekor tersebut tertinggi dalam sejarah Premier League.
| Pemain | Gol |
|---|---|
| Viktor Gyokeres | 16 |
| Bukayo Saka | 7 |
| Eberechi Eze | 7 |
| Leandro Trossard | 6 |
| Martin Zubimendi | 5 |
| Mikel Merino | 4 |
| Declan Rice | 4 |
| Noni Madueke | 3 |
| Gabriel Jesus | 3 |
| Gabriel Magalhaes | 3 |
| Jurrien Timber | 3 |
| Kai Havertz | 2 |
| Gabriel Martinelli | 1 |
| William Saliba | 1 |
| Martin Odegaard | 1 |
| Piero Hincapie | 1 |
| Riccardo Calafiori | 1 |
| Max Dowman | 1 |
Prestasi ini menunjukkan bahwa kerja tim sangat efektif, dan performa dalam set pieces menjadi faktor kunci di balik kesuksesan kami. Gelar terbaru ini tak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga mempertegas kekuatan tim di pentas Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.arsenal.com
Leave a comment